
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Polres
Bengkalis mengamankan 9 pelaku perambah hutan di Kecamatan Bukit Batu dan
Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (14/2).
Disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Aloysius Supriyadi ketika ditemui di ruang
kerjanya, Senin (16/2), penangkapan terhadap pelaku perambahan hutan tersebut
ketika petugas melakukan pemadaman Karhutla di lokasi berbeda.
"Di Kecamatan Bukit Batu di lahan HTI milik PT SMP kita melakukan penangkapan
terhadap 7 pelaku illegal loging. Dari 7 tersangka itu, kita amankan barang
bukti (BB) beruspa chainsaw, sepeda untuk menarik hasil tebangan, sepeda motor,
minyak dan oli. Kemudian 2 tersangka lagi kita amankan di Kecamatan Bengkalis
beberapa hari sebelum 7 tersangka ini kita amankan," ungkap AKBP
Supriyadi.
"Ke-7 pelaku ini kita amankan saat kita melakukan pemadaman. Saat kita
memadamkan api, ketemu mereka sedang melakukan aksi perambahan, terus kita
amankan," ujar Kapolres.
Menurut mantan Kapolres Pelalawan ini, kebakaran lahan yang terjadi saat ini
tidak berdiri sendiri. Ada perambahan lahan, illegal logging dan Karhutla. "Biasanya
3 serangkai, apabila ada perambahan lahan, biasanya ada titik api di sana.
Apakah dari puntung rokok atau saat membersihkan lahan (lokasi) dengan cara
mudah yakni membakar," tukas Kapolres sembari mengatakan terhadap pelaku
saat ini sedang diperiksa apakah disinyalir termasuk pelaku pembakaran.
Berdasarkan sejumlah informasi menyebutkan, sumber kebakaran yang sempat
menghanguskan hutan dan lahan serta lahan sawit milik PT Surya Dumai di Buruk
Bakul disebabkan adanya aktivitas illegal logging di kawasan
tersebut. Bahkan kabarnya, sudah ada pihak yang diamankan Polres Bengkalis
termasuk barang bukti kayu hasil jarahan itu.
Kapolres tidak menampik adanya barang bukti kayu jarahan yang berhasil
diamankan. Hanya kata mantan Kapolres Pelelawan ini, kayu hasil illegal logging
tersebut bukan berasal dari hutan Buruk Bakul tapi lokasi lain. ''Memang ada
aktivitas illegal logging, tapi bukan di Buruk Bakul, dari kawasan sebelahnya.
Saya tidak tahu apa nama tempatnya,'' ujar Kapolres. (Bku)