
Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Syahrial (tiga kanan) berbincang dengan anggota komisi dan pengawas lapangan ketika meninjau proyek multiyears pembangunan jalan poros Rulau Rupat, Senin (16/2).
Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Syahrial (tiga kanan)
berbincang dengan anggota komisi dan pengawas lapangan ketika meninjau proyek
multiyears pembangunan jalan poros Rulau Rupat, Senin (16/2).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis
meninjau pelaksanaan pekerjaan proyek multiyears jalan poros Rupat, Senin
(16/2/2015). Dari hasil tinjauan dewan, target atau realisasi yang disampaikan
rekanan, ternyata berbeda dengan kondisi ril di lapangan.
"Janjinya akhir 2014 kemarin, realisasi atau progres pekerjaan di lapangan
sudah 32 persen. Namun kenyataannya baru 17 persen dari total panjang pekerjaan
sepanjang 51 Kilometer tersebut," ujar Ketua Komisi II DPRD Bengkalis,
Syahrial ketika meninjau proyek multiyears jalan poros Rupat.
Dipaparkan Syahrial, pekerjaan di lapangan memang tidak maksimal seperti yang
dikeluhkan masyarakat pulau Rupat. Pihaknya juga pesimistis pembangunan jalan
poros tersebut bisa selesai akhir 2015 nanti seperti yang ditargetkan Dinas
Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.
"Banyak hal yang membuat kita pesimis. Salah satunya melihat sistem kerja
rekanan. Saat hearing penjelasan yang mereka sampai memang cukup meyakinkan
kita, tapi setelah kita lihat kondisi rill di lapangan masih seperti ini,"
sesal Syahrial seraya mengatakan pihaknya akan turun lagi memantau progres
proyek senilai Rp495.319.678.000.000 dengan sistem tahun jamak ini.
"Meski kita pesimis, namun kita berharap proyek ini bisa selesai tepat
waktu mengingat masyarakat sangat membutuhkan," ujar Syahrial. Sementara itu,
menurut pihak konsultan pengawas lapangan, Agus, keterlambatan pekerjaan proyek
tersebut dikarenakan putusnya material seperti semen. Bukan karena faktor kesengajaan
dari pihak rekanan pelaksana.
Proyek peningkatan jalan poros Kecamatan Rupat dan Rupat Utara mulai dikerjakan
28 Oktober 2013 dan akan berakhir kontraknya 16 Des 2015. Proyek tersebut
dikerjakan PT. Mawantindo Road Construction dan PT Cipta Multi Kreasi sebagai
konsultan pengawas. (Bku)