Bupati Resmikan Vihara dan Sekolah Minggu Buddhis

Selasa, 03 Maret 2015

Bupati Herliyan Saleh menggunting pita meresmikan vihara, Senin (23/2/2015).

Bupati Herliyan Saleh menggunting pita meresmikan vihara, Senin (23/2/2015).

SUNGAI PAKNING, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis Herliyan Saleh meresmikan purna pugas Vihara Tridharma Sagara dan Sekolah Minggu Buddhis, Desa Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu, Senin (23/2).

Pada kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh umat Budha di Kecamatan Bukit Batu, untuk menjadikan momentum peresmian ini sebagai ajang untuk mempererat semangat persaudaraan dan kebersamaan. Baik antar sesama umat Buddha maupun antar umat beragama lainnya.

"Terpenting, momentum ini dapat semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta titik renungan untuk semakin memperbaiki kualitas diri, baik itu sebagai anggota masyarakat maupun sebagai umat beragama," ungkapnya.

Turut hadiri pada acara peresmian itu, anggota DPRD Bengkalis, Azmi R Fatwa, sejumlah Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Camat Bukit Batu, Fadlul dan sejumlah tokoh dan pemuka agama Budha.

Bupati memberikan penghargaan kepada tokoh agama dan umat Buddha Kabupaten Bengkalis, khususnya di Kecamatan Bukit Batu ini atas peranannya dalam memajukan kehidupan beragama. Umat dan para pemuka agama memberikan peran untuk menciptakan suasana mententramkan dan mendamaikan, serta mendorong umatnya untuk mempercepat keberhasilan pembangunan Kabupaten Bengkalis.

Lebih lanjut Herliyan menegaskan, vihara sebagai tempat ibadah agama Buddha, memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk bersujud, beribadah, membaca doa suci, dan membabarkan dharma bagi kebahagiaan semua makhluk. Kegiatan keagamaan tersebut merupakan suatu proses yang dinamis, yang selalu bergerak dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan zaman.

Bupati menyambut baik atas prakarsa umat Buddha di Kecamatan Bukit Batu, untuk memugar Vihara Tridharma Sagara ini dan menjadikannya sebagai tempat Sekolah Minggu Buddhis. Keberadaan, Vihara Tridharma Sagara harus dijadikan sebagai ibadah sekaligus pengembangan kualitas umat dan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya umat buddha yang ada di Kecamatan Bukit Batu ini.

"Hal ini penting, sebab dan sebagaimana umat beragama lain, umat Buddha, tidak terkecuali di Kecamatan Bukit Batu ini, juga dihadapkan pada berbagai persoalan, baik itu persoalan sosial maupun ekonomis yang harus dicarikan jalan keluarnya," ungkapnya.

Tanamkan Saddha
Ditambahkan Bupati, keberadaan Sekolah Minggu Buddhis dapat menanamkan saddha/keyakinan dan bhakti peserta didik dalam rangka meningkatkan keimanan umat Buddha secara berkesinambungan.

"Masyarakat yang beriman dan bertakwa merupakan modal besar dalam pelaksanaan pembangunan serta mampu menciptakan suasana yang kondusif untuk pelaksanaan pembangunan di segala bidang, khususnya di Kecamatan Bukit Batu ini," ungkapnya.

Pada era globalisasi, generasi muda, tidak terkecuali generasi muda umat Buddha, mudah terpengaruh dampak negatif yang bisa menggerus nilai-nilai moral. pengaruh narkoba, minuman keras dan pergaulan bebas serta kenakalan remaja, pornografi dan porno aksi. Peresmian Sekolah Minggu Budhis dan pemugaran Vihara Tridharma Sagara harus menjadi salah satu benteng mencegah generasi muda umat Buddha tidak terpengaruh dampak negatif.

Seperti diketahui, Kabupaten Bengkalis memiliki keberagaman etnis, suku, agama, bahasa dan budaya. Meski dalam kemajemukan, namun seluruh komponen masyarakat dapat hidup saling berdampingan, rukun dan bersatu. Anugerah Tuhan Yang Masa Esa ini, senantiasa harus tetap dijaga dan dipelihara sampaikan kapanpun. Karena kebhinekaan tersebut merupakan modal dan penentu keberhasilan pembangunan.

"Apapun alasannya, kemajemukan tidak boleh merenggangkan rasa kesetiakawanan dan kebersamaan. Tidak boleh ada kelompok yang merasa berada di atas kelompok yang lain. Kita semua setara, serta memiliki hak dan kewajiban yang sama, terutama dalam berpartisipasi membangun negeri junjungan yang kita cintai ini," ungkap Herliyan. (Bku)