
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bupati
Bengkalis, H Herliyan Saleh kembali mengingatkan seluruh kepala Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD), untuk sering turun ke lapangan, menyerap aspirasi dari
masyarakat. Semakin banyak turun dan komunikasi dengan masyarakat, semakin
banyak informasi yang didapat.
"Kepala dinas jangan hanya pakai kaca mata kuda, apa yang di depan saja yang
dilihat, sementara perkembangan dan persoalan di kiri kanan tak pernah
dihiraukan," ujar dalam sebuah kesempatan, belum lama ini.
Sebagai Kepala Daerah, dirinya selalu sering turun ke kecamatan dan desa-desa.
Bahkan sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan dengan turun ke
kampung-kampung. "Bukan sekadar turun ke lapangan, tapi menyerap aspirasi lalu
memetakan berbagai persoalan yang ada untuk kemudian disusun menjadi sebuah
program kerja di SKPD yang dipimpin," jelas Bupati.
Akibat kepala dinas dan pejabat jarang turun ke lapangan, banyak kegiatan atau
program yang tidak tepat sasaran bahkan sebagian ada yang copy paste.
Selain itu kata Bupati, perencanaan yang dibuat juga tidak matang alias setengah-setengah.
"Seperti ada pembangunan kantor atau entah apa namanya yang tidak bisa
difungsikan. Karena jalan masuk tidak ada, listrik belum tersambung, tidak ada
air dan banyak lagi," urainya.
Kondisi seperti itu terjadi kata Bupati, karena pimpinan SKPD tidak turun ke
lapangan, tidak tahu di mana lokasi proyek. Sehingga menerima saja apa yang
dirancang atau disampaikan oleh staf.
Seperti pernah disampaikan sebelumnya, bahwa tahapan lelang proyek tahun 2015
harus selesai per tanggal 30 Juni 2015. Hak itu dimaksudkan agar rekanan
memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan proyek dan kualitas proyek yang
dikerjakan sesuai harapan. "Koordinasi dengan ULP kalau ada kendala saat proses
lelang. Begitu pun saat pekerjaan di lapangan, pantau terus jangan sampai terkendala,"
pinta Bupati. (Bku)