
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Komisi II DPRD Bengkalis meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan
instansi terkait lainnya segera mencari solusi terkait belum dioperasikannya
PDAM Kecamatan Bantan. Sejak selesai dibangun tahun 2008, infrastruktur warisan
mantan Bupati Bengkalis H Syamsurizal ini belum bisa dimanfaatkan karena
keterbatasan air baku.
"Warga sudah banyak yang menanyakan kepada saya kapan PDAM Bantan dioperasikan.
Kalau sudah beroperasi tentu sedikit banyak warga akan terbantu mendapatkan
suplai air bersih," ujar anggota Komisi II DPRD Bengkalis, Sofyan kepada
wartawan, Minggu (15/3).
Dikatakan, musim kemarau yang terjadi setiap tahun menjadi "momok" yang
menakutkan bagi sebagian besar warga di Kecamatan Bantan. Ketika musim kemarau
datang, dipastikan mereka akan sulit mendapatkan air bersih. Jangankan air
hujan di penampungan, air sumur pun kering tak bersisa sehingga menyulitkan
warga untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.
"Kalau untuk makan minum bisalah beli air galon, tapi kalau untuk keperluan
mandi dan mencuci mana tahan beli air galon," katanya. Menurut anggota DPRD
dari partai PDIP ini, PDAM Kecamatan Bantan menjadi tumpuan satu-satunya bagi
masyarakat d kecamatan tersebut untuk mendapatkan air bersih. Dengan alasan
keterbatasan air baku, bangunan tersebut tidak difungsikan padahal sudah
selesai dibangun sejak tahun 2008. "Harus ada solusi, jangan dibiarkan begitu
saja. Sayang proyek miliaran rupiah hanya terbuang percuma kalau tidak
difungsikan," ungkap Sofyan.
Dikatakan, dirinya pernah mendengar dari manajemen PDAM Kabupaten Bengkalis,
bahwasanya, untuk kebutuhan air baku di PDAM Kecamatan Bantan bisa disuplai
dari kanal PT Mesom Agro Sarimas (MAS). Hanya saja, untuk mendapatkan suplai
tersebut, harus dibangun jaringan pipa sepanjang sekitar 5 KM dari PDAM Bantan
ke kanal PT MAS di Delik Desa Bantan Tua. "Kalau untuk fisiknya tentu hal ini
harus menjadi perhatian dari Dinas PU atau SKPD terkait. Sementara PDAM kan
untuk operasionalnya. Jadi saya pikir Dinas PU perlu untuk melakukan kajian,"
katanya.
Terpisah, Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis, M Nasir saat dikonfirmasi
membenarkan tentang kemungkinan mensuplai air baku PDAM Bantan dari kanal PT
MAS. Hanya saja, dengan jarak yang begitu jauh, maka perlu dilakukan kajian
secara intensif untuk memastikan air bisa mengalir dari kanal PT MAS ke PDAM
Bantan. "Tahun ini kita akan melakukan kajian terhadap kemungkinan tersebut.
Insyaallah, kalau hasil kajian memang memungkinkan, maka pekerjaan fisiknya
bisa kita usulkan untuk dianggarkan di APBD 2016," ujar Nasir. (Bku)