
Rombongan Komisi I DPRD Bengkalis, melakukan pertemuan dengan Badan Penanaman Mpda dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam, Jumat (14/3).
Rombongan Komisi I DPRD Bengkalis,
melakukan pertemuan dengan Badan Penanaman Mpda dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu Kota Batam, Jumat (14/3).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Komisi I DPRD Bengkalis melakukan
studi banding ke Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM
PTSP) Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (14/3). Dipilihnya Batam karena
memiliki potensi luar yang biasa sebagai kota tujuan investasi sekaligus untuk
memperkenalkan Kabupaten Bengkalis kepada kalangan investor yang telah
menanamkan modalnya di sana.
Rombongan Komisi I DPRD Bengkalis disambut Sekretaris BPM PTSP Kota Batam
Zulkarnain, Kabid Investasi Junaidi dan Kasubid Kerjasama Investasi Agusti
Handayani. Rombongan dari Bengkalis terdiri dari Ketua Komisi I Adihan, Wakil
Ketua Komisi Syaiful Ardi, Sekretaris Komisi Leonardus Marbun , Simon Lumban
Gaol , Ita Azmi , Sihol Pangaribuan, Fransisca, Lamhot Nainggolan, Kepala BPM
P2T Bengkalis H Hermizon dan Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Basuki
Rakhmad.
Dipaparkan Adihan kepada wartawan, Senin (16/3), adapun yang menjadi pokok
pembahasan pada pertemuan tersebut adalah bagaimana Batam mempromosikan peluang
investasi kepada investor dan bagaimana proses perizinan. "Secara potensi, kita
sebenarnya tidak kalah dengan Batam. Selain sektor Migas, Bengkalis juga
memiliki potensi pariwisata Pantai Rupat, potensi perkebunan dan produk-produk
makanan, kerajinan dan lainnya. Ini tantangan bagi Bengkalis bagaimana bisa
menarik investor agar mau berinvestasi seperti di Batam," ujar Adihan.
Untuk itu, Komisi I mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui
BPM P2T gencar mempromosikan potensi yang ada, baik promosi dalam negeri maupun
luar negeri yang golnya adalah menarik investor agar mau menanamkan modalnya di
daerah ini. "Selain promosi, pelayanan perizinan juga sangat berpengaruh
terhadap minat investor untuk menanamkan modalnya. Mereka tidak akan mau
datang, kalau kita tidak memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan yang
mereka butuhkan," ujarnya. (Bku)