Resmikan Pujasera dan 4 Pasar Desa Bupati Berharap Jadi Spirit Baru Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 23 Maret 2015

Bupati H Herliyan Saleh menandatangani prasasti ketika meresmikan Pujasera Duri dan 4 pasar desa, Senin (16/3) sore.

Bupati H Herliyan Saleh menandatangani prasasti ketika meresmikan Pujasera Duri dan 4 pasar desa, Senin (16/3) sore.

DURI, Beritaklik.Com - Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh meresmikan gedung Pusat Jajanan Selera Masyarakat (Pujasera) Duri, Senin (16/3) sore. Bangunan megah dua lantai bercat biru muda yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar itu berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Duri, Kecamatan Mandau.

Bupati berharap keberadaan Pujasera Duri menjadi spirit baru bagi masyarakat Mandau untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan.

"Sebab keberhasilan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga partisipasi semua pihak, termasuk pelaku usaha dan para pedagang di Pujasera Duri ini", kata Herliyan.

Dijelaskannya, pembangunan kawasan baru Pujasera Duri ini merupakan program peningkatan infrastruktur dan salah satu bentuk komitmen Pemkab Bengkalis untuk mengembangkan sentra perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Disamping itu, imbuhnya, juga sebagai upaya Pemkab Bengkalis untuk memberikan kemudahan kepada para pedagang khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sehingga masyarakat mudah berbelanja, khususnya buah-buahan dan aneka makanan.

Keberadaan Pujasera yang berada di pusat kota Duri memang refresentatif, sehingga dinilai memang sangat cocok bagi pedagang makanan dan minuman serta buah-buahan untuk berusaha. Apalagi berbagai fasilitas dan sarana pendukungnya juga sangat memadai.

Fasilitas dan sarana pendukung dimaksud diantarannya seperti halaman parkir yang luas, sehingga memudahkan bagi masyarakat yang hendak berbelanja. Namun, saat ini masih ada sarana pendukung yang belum tersedia. Yaitu genset untuk mengantisipasi jika seandainya aliran listrik dari tiba-tiba PT PLN padam atau mati.

"Memang saat ini di Pujasera Duri ini genset belum tersedia. Namun tak perlu khawatir, melalui ABPD Bengkalis 2015 dana pengadaannya sudah dialokasikan. Tahun ini juga genset tersebut diadakan", jelas Herliyan. Peresmian Pujasera Duri ini ditandai dengan dan penandatanganan prasasti oleh Bupati dan pemotongan pita pinta masuk oleh anggota DPRD Bengkalis Fransisca.

Usai peresmian dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Kade Rismanto dan sejumlah anggota DPRD Bengkalis lainnya, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan H Indra Gunawan, Camat Mandau H Hasan Basri serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis lainnya, Bupati melakukan peninjauan dan berdialog dengan sejumlah pedagang di Pujasera Duri tersebut.

Pasar Desa
Sempena peresmian Pujasera Duri, Bupati juga meresmikan pengoperasionalan empat pasar desa di empat kecamatan. Keempat pasar desa tersebut adalah Pasar Desa Buluh Apo (Kecamatan Pinggir), Titi Akar (Rupat Utara), Tanjung Belit (Siak Kecil) dan Ketam Putih (Bengkalis). Peresmian pengoperasional keempat pasar desa ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Herliyan.

Dikatakan Herliyan, sebagaimana pembangunan Pujasera Duri, pembangunan keempat pasar desa itu merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat dan pemerataan pembangunan.

Sebagaimana juga kepada para pedagang di Pujasera Duri, melalui masing-masing camat, kepada pedagang di keempat pasar desa tersebut Bupati berharap agar selalu mematuhi segala aturan yang telah dibuat oleh pihak pengelola. Kemudian, mengetahui hak dan kewajiban. Keduanya harus diselaraskan.

Dijelaskannya, selain ada hak-hak yang dapat diperoleh, namun ada pula kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pedagang. Kewajiban itu diantaranya membayar retribusi kebersihan dan penempatan meja atau kios.

"Retribusi harus dibayar karena merupakan sumber pendapatan asli daerah untuk membiayai pembangunan lainnya," Herliyan, mengingatkan. (Bku)