Jumlah Madrasah di Duri Capai Ratusan Satupun Belum Ada yang Negeri

Ahad, 05 April 2015

DURI, Beritaklik.Com - Jumlah madrasah di Kecamatan Mandau sangat banyak. Berdasarkan data di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis ada 177 madrasah, terdiri dari 7 Madrasah Aliyah (MA), 13 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Untuk Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) atau yang dahulunya dikenal sebagai Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) berjumlah 133. Sementara jumlah siswa yang menuntut ilmu tercatat sebanyak 20.544 siswa.

Sayangnya, meskipun jumlahnya banyak, namun yang berstatus negeri tidak ada satupun. Apalagi yang sifatnya terpadu, berada dalam satu lokasi. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di kecamatan yang memiliki 24 desa/kelurahan ini, bersama Kemenag Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tengah mengupayakan MA, MTs dan MI di Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Umum Duri berubah statusnya dari sekolah swasta menjadi sekolah negeri.

Hal tersebut sudah disampaikan Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh ketika bertemu dengan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin di Jakarta, 12 Maret lalu. "Alhamdulillah, Menteri Agama memberikan dukungan dan segera akan merealisasikan keinginan untuk menjadikan madrasah di Pondok Pesantren Darul Ulum menjadi madrasah terpadu yang bersatus sekolah negeri," ujar Bupati ketika membuka Musabaqah Tilawatil Quran ke-41 tingkat Kecamatan Mandau di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Mandau di Kelurahan Batang Serosa, Duri, Minggu (29/3) malam.

Satu-satu persyaratan yang belum dipenuhi adalah status tanahnya yang masih tercatat sebagai milik PT Chevron. Karena salah satu syarat untuk perubahan status itu, memang harus menyertakan sertifikat tanah. "Untuk jalan keluarnya, sedang diupayakan agar segala administrasi yang diperlukan dapat dipenuhi. Dalam waktu dekat hal ini akan saya bicarakan dengan manajemen PT Chevron agar dapat membantu percepatan perubahan status tersebut," ujar Bupati seraya mohon doa dan dukungan dari seluruh umat Islam di Mandau.

Di bagian lain Herliyan mengatakan, selain proses perubahan status menjadi sekolah negeri, Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga akan mengembangkan bumi perkemahan di Pondok Pesantren Islam Terpadu Darul Ulum. Agar semakin baik dan refresentatif bagi kegiatan kepramukaan di Mandau ini.

Jaminan Pendidikan
Kemudian, dalam mengimplementasikan pemenuhan jaminan pendidikan kepada masyarakat, khususnya pendidikan agama di Islam mandau ini, Pemkab terus memberikan dorongan dan bantuan. Seperti pemberian bantuan dana operasional madrasah melalui dana hibah.

"Tahun 2014 lalu, dana hibah yang diberikan melalui Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis untuk memajukan pendidikan agama Islam di semua tingkatan di Mandau sebesar Rp. 25,771 milyar. Atau sekitar 89 persen dari total untuk seluruh Kabupaten Bengkalis yang berjumlah Rp29 miliar," papar Bupati. Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi, kata Bupati, bantuan dimaksud diberikan dalam bentuk bantuan beasiswa khusus kepada mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Kecamatan Mandau. Yaitu mahasiswa STAI Hubulwathan Duri.

"Tahun 2014 lalu, jumlah mahasiswa STAI Hubulwathan Duri yang memperoleh beasiswa khusus ini sebanyak 24 orang," terang Herliyan. Berdasarkan data di Kemenag Bengkalis, jumlah madrasah di Mandau sebanyak 177 terdiri dari 7 Aliyah (MA), 13 Tsanawiyah (MTs) dan 12 Ibtidaiyah (MI). Sedangkan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) sebanyak 133.

Sedangkan jumlah guru dan siswa untuk MA masing-masing sebanyak 94 dan 605 orang. MTs sebanyak 206 dan 2.066 orang. Sementara untuk MI sebanyak 125 dan 1.603 orang. Sedangkan PDTA yang dahulunya disebut Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) sebanyak 658 dan 14.603 orang.

Artinya, jumlah guru dan siswa yang memanfaatkan dana hibah yang diberikan untuk memajukan serta meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Mandau sebesar Rp. 25,771 milyar tersebut di semua tingkatkan sebanyak 1.195 guru (baik PNS dan Non PNS) yang mendidik 20.544 siswa.

"Insya Allah, bantuan-bantuan tersebut pada tahun-tahun mendatang akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan jumlahnya," terang Herliyan bantuan dana hibah itu di luar bangunan fisik dan sarana prasarana lainnya yang jumlahnya setiap tahunnya juga miliaran rupiah. (Bku)