Sempat Diperingatkan dan Berusaha Tabrak Kapal Patroli BC ABK Penyelundupan Bawang Merah Tewas Ditem

Jumat, 10 April 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Anak buah kapal (ABK) penyelundupan bawang merah ilegal dari Malaysia, Darmawan bin Jamaluddin tewas setelah ditembak petugas Bea Cukai Bengkalis. Peristiwa itu terjadi perairan Selat Malaka-Selat Baru, Sabtu (4/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum, insiden yang menimpa warga Desa Mekar Sari, RT 01/RW 01 Dusun 1, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti itu, berawal ketika korban bersama rekannya melakukan penyelundupan bawang merah ilegal dari Malaysia ke Bengkalis.

Ketika itu, ada 3 unit kapal kayu membawa muatan puluhan ton bawang merah selundupan dari Malaysia tengah berada di perairan Selat Malaka-Selat Baru, dikejar kapal patroli Bea Cukai Bengkalis yang sedang melakukan patroli rutin. Tidak sekedar mengejar, BC juga dikabarkan sempat beberapa kali mengeluarkan tembakan peringatan.

Karena tembakan peringatan tidak digubris, ditambah pula salah satu kapal penyelundup yang sedang stand by, mencoba menabrak kapal patroli sehingga petugas Bea Cukai melepaskan tembakan ke arah salah satu kapal hingga menembus dada sebelah kiri Darmawan. Sementara rekan Darwan yang lain, melarikan diri.

"Kami dapat informasi pukul 01.00 dini hari. Waktu itu, istri Darmawan mengetuk pintu rumah saya sambil mengatakan: Bang- bang, laki aku mati kena tembak. Saya pun terkejut. Kami mendapat informasi adik ipar kami sudah di rumah sakit, langsung kami tancap ke rumah sakit," ujar Jang, abang ipar korban, Minggu (5/4).

Kepala Bea Cukai Bengkalis melalui Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan, H Dahwir ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. "Maaf, saya tidak bisa memberikan keterangan, tunggu Kanwil saja," ujarnya.

Lapor Polisi
Kematian ayah dua anak itu menyisakan luka mendalam bagi istri dan keluarga yang ditinggalkan. "Jelas kami belum bisa menerima. Mungkin benar adik ipar kami, saudara kami melakukan penyelundupan, tetapi akan ada hukum. Kenapa harus ditembak. Masalah sekarang ini, bukan penyelundupannya, tetapi hilangnya nyawa seseorang. Negara kita negara hukum," ujar Jang.

"Jadi gampang saja ya, orang salah main tembak saja," kesalnya. Tidak terima atas penegakan hukum yang terkesan arogan terhadap keluarganya, Jang menyampaikan pihak keluarga telah menyerah kasus tersebut ke Mapolres Bengkalis.

"Kita sudah melapor ke Polisi. Yang kita lakukan saat ini, bagaimana menyelamatkan (menguburkan) jenazah adik kami," pungkasnya. Setelah dilakukan visum di RSUD Bengkalis, jenazah Darmawan diberangkatkan di kampung halamannya di Merbau, Kabupaten Meranti, untuk dimakamkan.

Kapolres Bengkalis melalui Kasat Polres Bengkalis, AKP Angga F Herlambang membenarkan jika pihaknya kini tengah memeriksa petugas Bea Cukai. Namun ia belum busa memberikan keterangan lebih lanjut karena pemeriksaan masih berlangsung.

"Petugas Bea Cukai sedang diperiksa. Saya kebetulan sedang berada di kapal yang diamankan itu untuk melakukan olah TKP dan menghitung jumlah bawang yang ada di kapal. Kita tak tahu berapa orang ABK kapal itu sesungguhnya. Yang baru diketahui yang tewas itu saja,"ujar Angga sembari menjelaskan jika setelah dihitung bawang merah yang akan diseludupkan itu sebanyak 13 ton. (Bku)