Zukri Mediasi Warga Dengan PT. Arara Abadi

Selasa, 29 Januari 2013

Anggota DPRD Riau daerah pemilihan Pelalawan-Siak Zukri Misran, berdialog dengan warga Teluk Maranti

PANGKALANKERINCI (Rakyat Riau)-Buntut kekecewaan dan kekesalan warga dari dua desa yakni Masyarakat desa Gambut Mutiara dengan masyarakat desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti yang tidak direspon tuntutannya oleh pihak perusahaan pengelolah Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Arara Abadi (PT.AA) yang berujung pembakaran tiga unit ponton bermuatan kayu akasia Rabu pekan lalu di perairan sungai Kampar, ternyata langsung di respon oleh Anggota DPRD Provinsi asal Pelalawan H Zukri Misran, dan proses penyelesaian tersebut saat ini masih berjalan dan akan ada kesepakatan antara kedua belah pihak, akhir pekan kemarin.
 
Pembakaran ponton beserta kayu yang ada diatas ponton oleh masyarakat saat itu ternyata tidak bisa diselesaikan pada hari itu juga pasalnya saat kejadian, masyarakat tidak mau ada pihak-pihak lain yang akan dipercaya untuk menjadi mediator termasuk dari pihak pemerintahan desa dan kecamatan dan bahkan dari pihak keamanan setempat, karena keadaan tersebut dianggap akan berdampak pada situasi yang tidak kondusif dan juga akan berpengaruh kepada kenyamanan masyarakat juga maka pada hari Jumat (25/1) siang lalu Zukri berupaya untuk maju menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah ini walaupun saat itu kondisi di desa Segamai dikabarkan masyarakat setempat tidak menunjukan itikad baik dan di informasikan akan mengusir siapa saja yang datang kedesanya.
 
“Ya kita akan coba lakukan pendekatan kepada mereka dan akan kita berikan penjelasan kepada mereka bahwa kedatangan kita kesana membawa misi murni untuk menyelesaikan masalah mereka, sebab kalau hal ini kita biarkan maka sampai kapan masalah ini akan selesai, walaupun kita dengar siapa saja yang datang kesana untuk mendamaikan di usir warga, maka dari itu sebelum kita kesana saya sudah kontak dengan warga bahwa kita akan datang untuk memfasilitasi dan alhamdullilah mereka sekarang menunggu kita,” demikian hal ini disampaikan Zukri kepada wartawan yang saat itu ikut bersama Zukri turun langsung ke lokasi.
 
Sekitar pukul 16.30 wib Zukri sampai di desa Segamai dengan mengendarai speed boat milik pemerintah kecamatan Teluk Meranti, disana lebih kurang 500 san masyarakat terlihat sudah menunggu, dan tak menunggu lama proses mediasi langsung di gelar di lokasi pasar desa Segamai, terlihat raut muka marah dari masyarakat dan rasa mencekam pasca pembakaran terlihat di desa itu.
 
Merasakan kondisi demikian, Zukri langsung memecah suasana dengan perkataan konyol yang membuat warga setempat ketawa sehingga suasana menjadi netral kembali, dihadapan ratusan masyarakat Zukri langsung mendengarkan sejumlah tuntutan masyarakat sebanyak 13 tuntutan yang ditujukan kepada perusahaan, diantaranya tuntutan lahan, kehidupan, semenisasi jalan antara jalan parit, tunjangan guru honor dan komputer, beasiswa mahasiswa dan siswa dari keluarga kurang mampu, bantuan untuk pemuda, transparansi tenaga kerja lokal, perbaikan kanal desa, bantuan untuk nelayan, bantuan honor pegawai mesjid, santunan anak yatim, pembangunan MDA.
 
Setelah mendengarkan semua tuntutan warga, Zukri langsung menyampaikan bahwa semuanya tuntutan warga dia menilai sangat wajar dan itu merupakan hak masyrakat terlebih lagi bahwa saat ini perusahaan memang diwajibkan untuk merealisasikan sejumlah program tersebut untuk menjamin kesejahteraan masyarakat lewat sejumlah program, baik itu program pengadaan lahan kehidupan masyarakat serta program sosial lainnya yakni program Corporate Social Responbility (CSR) yang tujuannya hanya untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar perusahaan.
 
“Semua tuntutan ini akan kita sampaikan kepada pihak perusahaan, saya minta kepada masyarakat agar bersabar, semoga tuntutan ini bisa direalisasikan, namun begitupun masyarakat juga harus terima hasilnya nanti karena tuntutan ini juga kan akan dipelajari dan saya rasa tidak munkin semua tuntutan akan direalisasikan 100 persen, jadi paling tidak akan ada tawar menawar dari pihak perusahaan karena mengenai lahan kehidupan sendiri ini kan tidak mungkin juga akan direalisasikan 2 hektar per KK karena kita juga akan melihat luas lahan mereka yang masuk kedesa kita sebab untuk lahan kehidupan ini setahu saya itu 10 persen dari luas lahan yang ada di daerah kita, apa ini dapat dimengerti,” kata Zukri. 
 
Mendengar peryataan itu masyarakat langsung meresponnya secara positif dan sepenuhnya masalah ini diserahkan ke Zukri.
 
 
Zukri Tawarkan Mediasi
Usai mengadakan pertemuan Zukri bersama rombongan langsung meninggalkan warga yang penuh harapan di desa Segamai menuju bascam anak perusahaan PT AA yakni di PT. WKS disana Zukri sempat mengadakan rapat kecil dengan unsur pimpianan perusahaan untuk menentukan jadwal pembahasan penyelesaian konflik, maka dijadwalkan pada hari Sabtunya (26/1) di pangkalan kerinci dengan menghadirkan petinggi perusahaan yang dapat memutuskan tuntutan masyarakat.
 
Dari hasil rapat yang digelar pada hari Sabtu di Grand Hotel Pangkalan Kerinci maka pihak perusahaan sepertinya merespon tuntutan tersebut dan akan menyampaikan hasil keputusannya pada Rabu pekan ini dengan melibatkan sejumlah pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten Pelalawan dan pihak kepolisian. 
 
“Kita sudah bahas tuntutan warga Segamai dan gambut Mutiara Sabtu kemarin, dan mereka minta waktu, mungkin kalau enggak ada halangan keputusan dari pihak manajemen akan disampaikan pada Rabu besok, ya semoga saja hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat sehingga semuannya bisa kembali normal karena kalau dilihat soal tuntutan itu pihak perusahaan sepertinya menerima tinggal tawar menawar ajalah,” kata Zukri.
 
Zukri berharap bahwa semua pihak baik itu masyarakat dan perusahaan bisa membuka diri untuk hasil kesepakatannya dan selain itu juga diharapkan dengan disepakatinya mediasi ini juga bisa bisa menjadi mediasi perdamaian antara kedua belah pihak sehingga kedepan hubungan antara kedua nya bisa terjalin keharmonisan.
 
Sementara itu, Humas PT.Arara Abadi Marhalim saat dihubungi wartawan, mengatakan Management perusahaan akan melakukan rapat pada ini Selasa (29/1) untuk membahas tuntutan warga. 
 
“Kita akan lakukan Rapat di Pekanbaru untuk membahas tuntutan warga. Kita sangat terbuka dengan berbagai tuntutan warga. Namun Kita berharap selama proses penyelesaian masalah ini agar operasional perusahaan untuk mengangkut  kayu jangan dihalang–halangi warga. Intinya Kita merespon segala bentuk tuntutan dan masukan dari warga,“ ujar Marhalim.
 
Menurut Marhalim, pihak perusahaan tidak ada maksud selain masalah ini dapat terselesaikan dengan baik. ”Meskipun ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian namun Kita masih membuka diri dan mendengarkan aspirasi warga terutama soal tidak adanya penangkapan warga pasca dibakarnya ponton pengangkut kayu.Namun Kita juga meminta kepada warga agar operasional perusahaan jangan dihalang – halangi. Kita punya niat baik begitupun juga masyarakat,agar masalah ini tidak berlarut – larut. Jika pihak perusahaan nantinya menjawab semua tuntutan warga untuk dijadikan kesepakatan bersama agar dapat memberi waktu yang lebih untuk perusahaan menerangkannya.Keterangan Kita selalu dipotong dan hanya diberi waktu 5 menit jadi apa yang bisa sampaikan,“ ujar Marhalim.(war/yah)