
BENGKALIS, Beritaklik.Com - DPRD Bengkalis akan mempertimbangkan usulan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
yang akan mengajukan dana penyertaan ke PT Bumi Siak Pusako (BSP) pada APBD
Perubahan 2015. Disetujui atau tidaknya usulan tersebut, sepenuhnya bergantung
pada fraksi-fraksi yang ada di DPRD.
"Secara lisan memang Pak Bupati sudah mengatakan itu dan telah diekspos di
media massa. Hanya saja, sampai saat ini usulannya belum masuk ke kita. Akan
ada mekanisme di DPRD untuk memutuskan apakah usulan itu nanti diterima atau
ditolak," ujar Ketua DPRD Bengkalis H Heru Wahyudi kepada wartawan, belum lama
ini.
Namun demikian, dirinya secara pribadi dan atas nama Fraksi PAN tentu mendukung
rencana tersebut. Dukungan kita berikan karena memang memberikan keuntungan
bagi daerah. Terbukti dari kabupaten lain di Riau yang ikut menyertakan modal
ke PT BSP sudah menerima deviden.
"Jumlahnya saya dengar cukup lumayan, ada yang sampai 20 miliar per tahun. Ini
kan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), jadi sayang kalau kita
lewatkan begitu saja," papar Heru.
Heru enggan mengomentari adanya penolakan dana penyertaan ke PT BSP pada
tahun-tahun sebelumnya karena hal itu sudah berlalu. Satu hal yang perlu
dilakukan saat ini adalah bagaimana fraksi-fraksi di DRPD memiliki pemahaman
yang sama sehingga usulan tersebut kalau memang ada, bisa disetujui.
"Kita akan terus menjalin komunikasi dengan kawan-kawan di DPRD, karena dana
penyertaan itu bukan untuk kepentingan pribadi melainkan kepentingan daerah
dalam upaya meningkatkan PAD," ujarnya lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Bengkalis pada APBD Perubahan 2015 akan
mengajukan anggaran penyertaan ke PT BSP. Menurut Bupati Bengkalis H Herliyan
Saleh, sesuai Keputusan Gubernur Riau, Kabupaten Bengkalis mendapatkan porsi
saham sebesar 10 persen di PT BSP sehingga berkewajiban menyertakan modal
sesuai persentase tersebut. Sebagai imbalannya, daerah yang menyertakan modal
akan mendapatkan deviden dari keuntungan perusahaan setiap tahunnya.
"Daerah yang telah menyertakan modalnya telah merasakan manfaatnya. Seperti
Kabupaten Kampar, mereka menyertakan modal sebesar Rp15 miliar dan menerima
deviden sebesar Rp12 miliar," ujar Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh pada
acara penyerahan bantuan program kemasyarakatan penunjang operasi (PKPO) Badan
Operasional Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako Pertamina Hulu, pekan ini.
Untuk itu, kata Bupati, Pemkab tahun ini akan mengusulkan kembali dana penyertaan
modal ke PT BSP melalui APBD Perubahan 2015. Ia berharap DPRD dapat
menyetujuinya karena memberikan keuntungan kepada daerah.
"Kita berharap kawan-kawan di DPRD dapat menyetujuinya karena hasilnya telah
dirasakan oleh kabupaten kota di Riau yang telah menyertakan modal mereka ke PT
BSP. Sayang kalau kita tidak memanfaatkan kesempatan ini," ujar Bupati.
Sebenarnya Pemkab Bengkalis telah menganggarkan dana penyertaan modal ke PT BSP
sebesar Rp30 miliar pada APBD 2011 dan 2013. Sayangnya, dana tersebut tidak
bisa disetorkan ke PT BSP karena DPRD Bengkalis menolak Rancangan Peraturan
Daerah (Ranperda) sebagai payung hukumnya.
"Kami yakin, dengan semangat anggota DPRD Bengkalis untuk bersama-sama
membangun daerah, usulan ini akan disetujui. Karena manfaatnya telah dirasakan
oleh kabupaten lain yang telah menyertakan modalnya ke BSP," tutup Bupati. (Bku)