
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebagaimana juga daerah lain di Indonesia, akibat terjadi penurunan harga
minyak dunia, maka Dana Bagi Hasil (DBH) Kabupaten Bengkalis, bakal dipotong
Pemerintah Pusat. Untuk kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini, DBH dimaksud
untuk tahun 2015 ini diestimasi hanya diberikan sekitar Rp800 miliar dari yang
seharusnya Rp2,2 triliun atau hanya sekitar 36,36 persen.
Pemotongan DBH yang jumlahnya sangat signifikan itu tentu akan berpengaruh pada
struktur keuangan daerah atau Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten
Bengkalis tahun 2015. Karena itu, kepada Kepala Satuan Kerja Perangat Daerah
(SKPD) di Pemkab Bengkalis, Bupati H Herliyan Saleh menginstruksikan untuk
menginvetarisir kegiatan-kegiatan mana yang dapat dilakukan efisiensi.
"Efisiensi dimaksud tentu tidak boleh sampaikan menyebabkan terhambatnya
apalagi mengakibatkan terhentinya pelayanan kepada masyarakat. Juga tidak boleh
sampai menjadikan apa yang menjadi tugas pokok, fungsi dan kewenangan sebuah
SKPD dalam melayani masyarakat tidak dapat dilaksanakan sama sekali," ujar
Bupati.
Pesan itu disampaikan Herliyan saat menjadi pembina upacara Hari Kesadaran
Nasional, Jumat (17/4). Selain Sekretaris Daerah H Burhanuddin dan sejumlah
pejabat eselon II lainnya, upacara yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati
Bengkalis itu juga dihadiri anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Bengkalis.
Untuk itu pula, Bupati mengingatkan, masing-masing Kepala SKPD untuk
mempercepat pelaksanaan kegiatan di unit kerja masing-masing. Khususnya untuk
kegiatan-kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme tender atau
lelang. "Jika per 1 Juni 2015 belum juga dilelang atau ditenderkan, maka
kegiatan akan dinolkan atau dibatalkan pelaksanaannya," tegas Herliyan. (Bku)