
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Meski sudah sering ditangkap aparat penegak hukum, aktivitas penyelundupan
bawang merah asal negeri jiran Malaysia masih saja terjadi. Jalur perairan
Selat Malaka-Bengkalis menjadi pilihan dan tempat empuk bagi para penyelundup
dalam melancarkan aksi mereka.
Kendati telah berkali-kali aksi mereka ketahuan aparat, baik pihak Bea Cukai
maupun jajaran Polres Bengkalis, namun aksi penyelundupan bawang merah malah
makin marak. Kedekatan jarak Malaysia dengan Bengkalis ditambah banyaknya
pelabuhan-pelabuhan tikus sepertinya menjadi faktor makin leluasanya pelaku
melakukan aksinya.
Baru seminggu lalu, tepatnya, Rabu (15/4), Satpolair Polres Bengkalis menemukan
sebuah kapal berisi bawang merah yang kandas di perairan Rupat Selatan,
tepatnya di Desa Mesim dan ditinggalkan begitu saja oleh ABK karena kapal
tersebut kandas, Rabu (22/4), Polsek Bengkalis kembali mengamankan sedikitnya
45 ton bawang merah dari sebuah kapal yang sedang melakukan pembongkaran di
Sungai Anak Kembung Parit Bengkok kecamatan Bengkalis.
Sebanyak 45 ton bawang merah yang diamankan itu, sebagaimana dijelaskan
Kapolsek Bengkalis, AKP Mebi Wibisono, Kamis (23/4), berkat adanya laporan dari
masyarakat Pematang Duku yang menginformasikan kepada Polisi bahwa ada sebuah
kapal sedang membongkar muatan bawang merah.
"Berdasarkan laporan dari masyarakat tersebut, kita langsung datang ke
TKP. Benar saja, di Sungai Parit Bengkok tersebut ada kapal denfan nomor
lambung GT 7.5.18 No 2507 yang sedang sandar dan lagi melakukan pembongkaran
bawang merah. Kita pun langsung melakukan pengamanan," terang Mebi.
Tak ada ABK ataupun pemilik kapal yang diamankan dalam kasus ini, karena saat
Polisi sampai di TKP, mereka sudah melarikan diri. Bawang merah yang diduga
kuat barang seludupan dari Malaysia itu akhrinya dibawa ke Polsek Bengkalis. (Bku)