Gapeknas Minta Rekanan Lokal Diakomodir

Senin, 04 Mei 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kalangan pengusaha konstruksi berharap pada pelelangan proyek tahun 2015 ini, rekanan atau kontraktor lokal bisa diakomodir. Ini tentunya sesuai dengan komitmen Bupati berpihak kepada kepentingan lokal.

Pendapat tersebut dilontarkan Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Bengkalis, Fitra Budiman, Minggu (26/4), menyikapi bakal dimulainya pelelangan proyek tahun ini. Unit Layanan Pengadaan (ULP) selaku eksekutor dari pelelangan proyek dituntut bersikap profesional dan lebih mengedepankan transparani.

"Gapeknas berharap tahun 2015 ini peluang rekanan lokal dalam mengerjakan proyek pemerintah daerah lebih dominan. Selain itu, peran ULP selaku pelaksana lelang harus lebih baik dari sebelumnya dengan menetapkan pemenang secara wajar dan proporsional," kata Fitra Budiman.

Harapannya, pada proses pelelangan jangan sampai rekanan lokal hanya menjadi penonton, tentu saja rekanan yang dimaksud adalah mereka-mereka yang betul-betul sanggup dan siap melaksanakan pekerjaan di lapangan. Apalagi tahun 2015, merupakan tahun pertaruhan bagi keberhasilan seorang kepala daerah dalam mengakomodir kepentingan lokal.

"Komitmen Bupati Bengkalis dalam mengakomodir kepentingan lokal akan menjadi taruhannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha konstruksi. Kita berharap tahun ini pelaksanaan pelelangan tidak ada lagi carut marut dan lebih profesional," harap Fitra Budiman.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Bidang Pembangunan, Syahrial juga mengingatkan ULP untuk tidak bermain api kembali dalam melaksanakan pelelangan. Selama ini dinilainya, ULP sarat dengan kepentingan, sehingga banyak kepentingan lokal yang terabaikan, termasuk praktek KKN dalam pelelangan.

"Bukan rahasia lagi, kalau lelang proyek sejak dahulu sarat dengan praktek KKN di Bengkalis ini. Hal tersebut tentu harus dihilangkan, dengan mengedepankan transparansi, kredibilitas dan profesionalitas lembaga penyelenggara lelang itu sendiri," ungkap Syahrial dari Fraksi Partai Golkar itu. (Bku)