
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak)
melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan hewan ternak.
Sosialisasi kepada para peternak hewan tersebut dilaksanakan secara bergilir di
delapan kecamatan.
Hal itu diungkapkan Kepala Distanak Bengkalis, H Arianto kepada sejumlah
wartawan, Kamis (5/1). Didampingi Kabid Kesehatan Hewan, Tuti Amlizarty Laida,
Arianto mengungkapkan sosialisasi sudah mulai dilakukan di dua kecamatan,
Mandau dan Pinggir. Selanjutnya secara bergilir akan dilaksanakan juga di
kecamatan lain.
Menurut Arianto, tidak semua peternak di Kabupaten Bengkalis ini menyadari
betapa pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak mereka. Padahal, dengan
menjaga kesehatan hewan ternak, maka akan semakin kecil resiko kemungkinan
hewan-hewan terkena penyakit yang membahayakan seperti jembrana dan cacingan.
"Pada tahap awal ini, sosialisasi kita laksanakan kepada para kelompok peternak
sapi yang sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Baru
nanti akan kita kembangkan lagi dengan melaksanakan sosialisasi ke para
peternak yang tidak mendapatkan bantuan," ujar Arianto.
Pada kegiatan sosialisasi tersebut, Arianto mengatakan, pihaknya juga
memberikan bantuan obat-obatan seperti obat cacing, multivitamin, obat luka dan
juga insektisida. "Sementara untuk imunisasi karena sifatnya sudah cukup
teknis, maka harus dilakukan oleh dokter hewan. Dokter hewan kita sudah ada di
setiap kecamatan. Hanya saja jumlahnya untuk beberapa kecamatan masih kurang
dan kita upayakan untuk ditambah," kata Arianto lagi.
Tuti Amlizarty menambahkan, untuk di Kecamatan Mandau dan Pinggir, total
kelompok peternak sapi yang mendapatkan sosialisasi ada 35 kelompok dimana
masing-masing kelompok berjumlah 10 orang. "Untuk Kecamatan Mandau ada 28
kelompok dan Kecamatan Pinggir ada 7 kelompok," ujarnya.
Dikatakan, peternak sapi memang harus mengetahui tentang bahaya sejumlah
penyakit pada hewan, karena ada diantaranya menyebabkan tingkat kematian yang
tinggi. "Seperti penyakit jembrana, sesuai dengan namanya pertama kali
ditemukan di Jembrana, bersifat akut dan menyerang sapi-sapi Bali. Padahal kita
ketahui bersama, seluruh bantuan sapi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis
merupakan jenis sapi Bali," ujarnya. (Bku)