Wabup Bengkalis Buka Diklat K13 Guru PAUD

Ahad, 17 Mei 2015

Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno membuka pelatihan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bagi tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Bengkalis di Balai Diklat, Minggu (10/5).

Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno membuka pelatihan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bagi tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Bengkalis di Balai Diklat, Minggu (10/5).

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno membuka pendidikan dan pelatihan (Diklat) kurikulum 2013 untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kabupaten Bengkalis, di Balai Diklat Jalan Kelapapati Darat, Minggu (10/5).

Kegiatan yang ditaja Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bengkalis itu, diikuti sebanyak 526 orang dengan narasumber Prof. Dr. Hj Netty Herawati , M,Si dari kementerian Pendidikan Nasional yang juga Ketua Himpaudi Pusat.

Sebanyak 526 peserta itu berasal dari 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Bengkalis 193 orang, Bantan 18 orang, Siak Kecil 129 orang, dan Bukit Batu 96 serta sebanyak 90 orang pendidik. Hadir dalam pembukaan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Supardi, Ketua Himpaudi Kabupaten Bengkails, Hj Fatimah Johar Suayatno, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bengkalis, Hj Gustina Burhanuddin.

Diklat ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kualitas para guru PAUD se-Kabupaten Bengkalis. H Suayatno dalam kata sambutannya mengingatkan para guru PAUD, bahwa pelatihan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar mengajar di jenjang pendidikan anak usia dini.

Ini menunjukan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran pada pendidikan anak usia
dini sangatlah penting, karena guru dapat mengembangkan potensi anak melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran yang edukatif.

Untuk itu, Suayatno berharap para peserta serius mengikuti pelatihan kurikulum 2013 PAUD ini dan menyerap materi yang disampaikan narasumber. Kemudian diterapkan untuk mendidik anak-anak didik.

Untuk menciptakan generasi yang berkualitas ungkap Suayatno, pendidikan harus dilakukan sejak usia dini. PAUD menjadi sangat penting karena perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa usia dini sehingga usia dini sering disebut the golden age atau usia emas.

Pendidikan anak usia dini harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik agar dimasa emas perkembangan anak mendapatkan distimulasi yang utuh, sehingga mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. Salah satunya dengan program pendidikan yang terstruktur (Kurikulum).

Seperti diketahui, kurikulum 2013 PAUD diberlakukan tahun ajaran 2014/2015 memenuhi dua dimensi, yaitu pertama, rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. Kedua, cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Untuk menerapkan kedua dimensi ini, seluruh pendidik dan pengelola PAUD harus memahami kerangka dan struktur kurikulum 2013 tersebut. Kurikulum 2013 PAUD berbasis aktivitas yang mengembangkan pengetahuan namun sikap dan keterampilan siswa.

Ada delapan perubahan yang terkait kurikulum 2013, di antaranya konsep kurikulum, buku, proses pembelajaran, proses penilaian, pengadaan buku, pelatihan guru, pendampingan guru, dan implementasi kurikulum.

Selain itu, guru PAUD harus disiplin, ikhlas, solidaritas, integritas persatuan dan kesatuan, setia. "upaya pengembangan PAUD menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia
di daerah ini," kata Suayatno.

Suayatno berharap kepada dinas pendidikan, badan pemberdayaan perempuan dan kb, GOPTKIi, Himpaudi, Bunda PAUD, tim penggerak PKK agar terus melakukan sosialisasikan, edukasi dan advokasi kepada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak usia dini, tentang pentingnya PAUD. (Bkf)