
Wakil Bupati H Suayatno ketika menghadiri sosialisasi Data Basis Terpadu, Selasa (18/5).
Wakil Bupati H Suayatno ketika
menghadiri sosialisasi Data Basis Terpadu, Selasa (18/5).
BENGKALIS,
Beritaklik.Com - Wakil
Bupati Bengkalis, Suayatno minta kepada seluruh stakeholder untuk mendukung kegiatan
pemutakhiran Data Basis Terpadu (BDT) tahun 2015 yang dilakukan Badan Pusat
Statistik (BPS) Bengkalis.
"Sesuai Surat Edaran Menteri dalam Negeri Nomor 460/2254/SJ tentang
pemutakhiran BDT Program Perlindungan Sosial, maka daerah diminta untuk mendukung
penuh kelancaran dan keberhasilan kegiatan ini," ungkap Suayatno saat membuka
sosialisasi Pemutakhiran BDT tahun 2015, di aula Bappeda Bengkalis, Selasa
(19/5/2015).
Kegiatan Pemutakhiran BDT ini bertujuan untuk menghasilkan data yang digunakan
untuk sasaran penerima program bantuan sosial nasional. Diantaranya, program
jaminan kesehatan nasional (JKN), program bantuan siswa miskin (BSM), program
raksin, simpanan keluarga sejahtera dan program keluarga harapan (PKH).
Program-program tersebut tentu akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat di
Negeri Junjungan.
Dikatakan Suayatno Dengan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 menjadi
era baru dimulainya pembangunan berdasarkan basis data terpadu, satu data untuk
semua yang digunakan untuk seluruh program khususnya percepatan penanggulangan
kemiskinan, sehingga dapat memberikan manfaat dalam upaya mewujudkan
kesejahteraan masyarakat.
Untuk mensukseskan Pemutakhiran BDT, Wabup Bengkalis minta kepada camat
se-Kabupaten Bengkalis untuk mendorong pihak desa/kelurahan untuk berperan
aktif dalam pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) dan pendataan rumah
tangga sasaran (RTS) yang merupakan kegiatan pokok dari Pemutakhiran BDP
2015. "Dengan dilibatkannya masyarakat dan aparat Pemerintah Kabupaten Bengkalis
dalam kegiatan ini, tidak ada lagi yang menyatakan data ini sebagai data BPS,
tetapi data ini menjadi milik kita bersama," ucapnya.
Mengingat pentingnya kegiatan PBDT 2015, Suayatno menyampaikan harapan kepada
pihak terkait untuk berupaya menghasilkan data yang berkualitas, yaitu Basis
Data Terpadu yang mampu menggambarkan kondisi rumah tangga sasaran yang layak
untuk dibantu, sehingga polemik di masyarakat dapat dihindari. "Saya meminta
seluruh aparat pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan
dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan ini" tegas Suayatno.
Wabup mengatakan bahwa Hasil PBDT 2015 ini diharapkan dapat menyediakan data
yang sesuai dengan kondisi masyarakat yang kurang mampu (miskin) sehingga dapat
mendukung perencanaan program pengentasan kemiskinan di Indonesia dan khususnya
di Kabupaten Bengkalis.
Seiring dengan program bantuan sosial nasional, Pemkab Bengkalis telah
melaksanakan program kesejahteraan masyarakat. Diantaranya, program UED SP
setiap tahun sebesar Rp 1 miliar per desa, Program Inbup PPIP sebesar Rp 1
miliar per desa, program Jamkesmasda dan program rumah layak huni.
Hadir pada pembukaan sosialisasi pemutakhiran Data Basis Terpadu (BDT) tahun
2015 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkalis, dengan tema Menuju
register sistem tunggal untuk perlindungan sosial tersebut, antara lain
Sekretaris Bappeda, Imam Hakim, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kabag
perencanaan, Kompol Herman, Komandan Kodim 0303 Bengkalis, diwakili Pasi
Teritorial Kodim 0303 Bengkalis, Kapten Inf Imam, Kepala BPS Bengkalis, Rafdi,
dan Camat se-Kabupaten Bengkalis, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah
Kabupaten Bengkalis dan Camat se-Kabupaten Bengkalis. (Bku)