
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) siap mendukung Komisi
pemilihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilu (Panwaslu) guna menyukses Pilkada
serentak 2015. Dukungan tersebut dalam bentuk segala hal yang dibutuhkan
penyelenggara Pilkada, seperti transportasi dan mobiler, Pemerintah Kabupaten
siap menfasilitasi sepanjang hal itu diminta.
"Pemerintah Kabupaten Bengkalis pada prinsipnya siap mendukung mensukseskan
Pilkada Bupati dan Wakil yang digelar serentak pada 9 Desember mendatang. Kami
siap mendukung apapun yang dibutuhkan oleh penyelenggara yakni KPU dan
Panwaslu, itupun sepanjang diminta," kata Kepala Kesbangpol Rusli melalui
Sekretaris Dahen Tawakkal, Jumat (29/5).
Tetapi, lanjutnya, jika penyelenggara Pilkada mampu menyelesaikan sendiri dan
khawatir akan hal-hal yang tidak diingini atas independennya pesta demokrasi
tersebut. Kesbangpol tidak mempersoalkan hal tersebut.
Hal lain, kata Dahen, Pemerintah melalui Kesbangpol juga akan melakukan
sosialisasi Pilkada di 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis. Hal ini
diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak
menyianyiakan hak suaranya.
"Tetapi memang program kesbang dalam sosialisasi itu dalam jumlah yang
tidak terlalu banyak, setiap kecamatan kita libatkan 75 orang peserta yang
berasal dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan masyarakat,"
sebutnya.
"Hal ini bertujuan agar kegiatan Pilkada bisa tersosialisasi kepada seluruh masyarakat.
Dengan tokoh- tokoh ini kita harapkan, yang sudah kita sosialisasikan nanti
bisa tersebar keseluruh masyarakat," ujarnya.
Masih Sepi
Meski beberapa nama telah digadangkan bakal maju di Pilkada Bengkalis
nanti, namun sejauh ini di Bengkalis masih sepi dari gejolak jika dibandingkan
dengan kabupaten kota lainnya di Riau.
"Dumai misalnya, baliho balon sudah mulai bemunculan, begitu juga dengan di
Siak. Sementara di Bengkalis masih biasa- biasa saja. Meskipun begini, bukan
berarti Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tidak menarik," ujar
Dahen.
Keadaan seperti ini, menurut Dahen, merupakan mekanisme yang harus ditempuh
sebagai seorang calon. Belum adanya gejolak bisa saja seorang calon belum
memiliki kejelasan partai politik pengusung serta masalah finansial.
"Hal ini yang membuat calon bupati masih terkesan malu- malu. Apalagi,
bulan depan kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran, mungkin faktor ini
juga menjadi penyebab calon- calon agak menahan diri. Ya malu- malulah dalam
bahasa kami," pungkas Dahen. (Bku)