
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pertanian dan Peternakan
(Distanak) menganggarkan lebih dari Rp5 miliar untuk pengadaan bibit sapi di
tujuh kecamatan. Sapi-sapi tersebut akan dibagikan kepada para kelompok ternak
yang sebelumnya sudah mendapatkan sosialisasi.
"Saat ini dokumen lelangnya sudah kita sampaikan ke ULP (Unit Layanan
Pengadaan,red) dan sedang dalam proses (tender,red). Harapan kita proses tender
ini tidak ada kendala berarti sehingga lebih cepat pula sapi ini diterima oleh
para kelompok ternak," ujar Kepala Distanak Bengkalis, H Arianto kepada
wartawan, Minggu (31/5).
Dikatakan, total keseluruhan bibit sapi yang akan diadakan sebanyak 570 ekor
sapi. Secara rinci untuk Kecamatan Rupat 67 ekor sapi betina dan 8 ekor sapi
jantan. Kemudian untuk Kecamatan Pinggir, 80 ekor sapi betina dan 8 ekor sapi
jantan. Untuk Kecamatan Mandau, 70 ekor sapi betina dan 7 ekor sapi jantan.
Kecamatan Siak Kecil dapat jatah 70 ekor sapi betina dan 7 ekor sapi jantan.
"Untuk Bukit Batu dan Bantan pun sama yaitu masing-masing 70 ekor sapi betina
dan 7 ekor sapi jantan. Sedangkan untuk Kecamatan Bengkalis terdiri dari 90
ekor sapi betina dan 9 ekor sapi jantan," kata Arianto.
Menyinggung jenis sapi yang akan diadakan, Arianto mengatakan sebagaimana
kegiatan sebelumnya, jenis sapi yang akan didatangkan tersebut adalah sapi
bali, dengan pertimbangan sapi bali memiliki keunggulan antara lain memiliki
efisiensi reproduksi yang tinggi, daging dan karkasnya berkualitas baik dan
persentase karkasnya tinggi (karkasnya bahkan bisa mencapai 57%).
"Selanjutnya yang juga sangat menarik adalah daya adaptasinya terhadap
lingkungan yang sangat baik serta kemampuannya menggunakan sumber pakan yang
terbatas," ujarnya. Dikatakan para kelompok peternak sapi sebelumnya sudah
mendapatkan pengarahan tentang bagaimana cara untuk memelihara sapi agar bisa
berkembang biak. Tidak hanya himbauan untuk memelihara sapi dengan baik dan benar,
Distanak juga sudah mewanti-wanti para kelompok penerima ternak sapi agar tidak
menjual apalagi menyembelih hewan-hewan ternak tersebut.
"Harapan kita, ketika ada teman-teman kita dari kelompok peternak sapi yang
berhasil mengembangbiakkan ternak mereka, maka seharusnya kelompok lain juga
bisa. Lihat saja di Siak Kecil, hewan hasil bantuan Pemkab sudah berkembang dan
saya kira cukup berhasil," kata Arianto lagi. (Bku)