Buka MTQ Ke-40 Bupati: Al Quran Sumber Inspirasi Bangun Bengkalis

Kamis, 11 Juni 2015

Bupati Herliyan Saleh (dua kiri) bersama mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal dan Fadlah Sulaiman (kanan) serta Wabup Suayatno menambuh beduk ketika membuka MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis, Sabtu (30/5) malam.

Bupati Herliyan Saleh (dua kiri) bersama mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal dan Fadlah Sulaiman (kanan) serta Wabup Suayatno menambuh beduk ketika membuka MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis, Sabtu (30/5) malam.

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Perhelatan Musbaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis resmi dibuka Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, Sabtu malam (30/5/2015). Bupati mengajak seluruh umat Islam di Negeri Junjungan untuk selalu menjadikan Al Quran sebagai sumber inspirasi untuk membangun peradaban dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bengkalis sebagai daerah yang maju dan bertamadun Islam. Hal ini selaras dengan tema perhelatan MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis.

"Saya menilai
tema yang dipilih sangat tepat, karena bagi umat Islam, Al-qur'an memiliki arti yang sangat penting dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam semua aspek kehidupan. Bagi setiap umat Islam, di samping sebagai sumber hukum dan doktrin keimanan, Al-quran juga menjadi sumber peradaban. Sebagai sumber peradaban al qur'an membimbing manusia menuju kemajuan dan kebahagiaan yang hakiki," ungkapnya.

Pada malam pembukaan MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis itu, dua mantan Bupati Bengkalis, Syamsurizal dan Fadlah Sulaiman hadir dan bersama-sama Bupati Herliyan Saleh menabuh beduk sebagai tanda dibukanya helat tahunan tersebut.

Selain kedua orang tersebut, Kakanwil Kemenag Riau, Tarmizi Tohor juga hadir malam itu. Kemudian Wakil Bupati Suayatno, Sekretaris Daerah Bengkalis Burhanudin anggota Forkopimda Bengkalis, pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dikatakan Herliyan, A
l Quran adalah spirit dan sumber pembangunan dan peradaban kemanusiaan. Sebagai contoh, sejarah kejayaan peradaban Abbasyiah di Bagdad, atau Mu'awiyah di Andalusia adalah bukti bagaimana umat Islam saat itu menjadikan Al Quran sebagai sumber inspirasi dalam membangun pengetahuan dalam rangka merealisasi dua fungsi kemanusiaan, yaitu fungsi kekhalifahan (pemimpin dunia), dan fungsi insan yang selalu menyembah Allah SWT., melalui pengembangan ilmu tentang konsep beribadah (mahdhah dan ghairu mahdhah).

Karena itu pula, dunia Islam pernah mencatat dirinya sebagai negara yang berperadaban tinggi, dan menguasai hampir 2/3 (dua per tiga) bumi dari timur sampai barat. umat islam di bawah kekhalifahan Abbasyiah misalnya, pada abad ke-8 sampai abad ke-15 pernah mencapai kejayaan di bidang ilmu pengetahuan.

Lantas bagaimana dengan kondisi saat ini, peradaban islam yang pernah jaya selama 800 tahun tersebut, akhir-akhir ini mengalami penurunan. Menurut Herliyan, hal ini terjadi bukan disebabkan oleh karena Al-quran yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman atau bahkan ketinggalan zaman. Tetapi adalah semata-mata disebabkan bahwa umat Islam tidak mampu menerjemahkan dan atau menafsirkan Al-quran sesuai dengan perkembangan zaman modern.

"Tidak lagi menjadikannya sumber inspirasi kemajuan. Padahal para pakar dari semua lapisan mengakui bahwa Al-quran adalah merupakan sumber energi luar biasa yang apabila dapat dimanfaatkan oleh umat Islam, maka akan dapat menghasilkan energi yang luar biasa yang dapat merubah peradaban umat manusia saat ini," ungkap Herliyan Saleh. (Bku)