
Wakil Bupati Suayatno menyerahkan piala juara umum MTQ Kabupaten Bengkalis kepada Camat Bantan, Hendrik Dwi Yatmoko, Jumat (5/6) malam.
Wakil Bupati Suayatno menyerahkan
piala juara umum MTQ Kabupaten Bengkalis kepada Camat Bantan, Hendrik Dwi
Yatmoko, Jumat (5/6) malam.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kafilah Kecamatan Bantan mempertahankan
gelar juara umum pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat
Kabupaten Bengkalis. Dengan mengantongi poin 42 maka kafilah Bantan memboyong
piala tetap, karena sudah tiga kali mengukir juara umum.
Piala tetap diserahkan Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno kepada Camat Bantan,
Hendrik Dwi Yatmoko pada acara penutupan, Jumat (6/6) malam.
Selain mendapatkan piala tetap, kafilah Kecamatan Bantan juga
mendapat uang pembinaan dari Bank Riau Kepri sebesar Rp10 juta yang diserahkan
langsung oleh perwakilan dari Bank Riau Kepri cabang Bengkalis.
Lumbung poin yang dicapai kafilah
Kecamatan Bantan, meliputi terbaik pertama cabang tilawah, golongan tartil
putra, Najiburrahman, golongan remaja M Solihin, cabang khattil quran,
golongan naskah, Nanang Hidayatullah, cabang syarhil quran, Ajeng Maulani
Sadikin, Khomariah dan M Adib Amanullah.
Kemudian untuk terbaik kedua, cabang tilawah golongan tartil anak putra, Aldo
Rinyosa Ramisunenda, putri Siti Nurfaizah, dewasa putra, Mauhammad Firdaus,
cabang khatil quran, golongan naskah putri, Khairiyah, golongan dekorasi putra,
Zahari. Kafilah kecamatan Bantan juga mengumpulan poin dari terbaik ketiga pada
hampir setiap cabang yang diperlombakan.
Atas prestasi yang diperoleh kafilah Bantan pada MTQ ke-40, Wabup Bengkalis
Suayatno, mengucapkan selamat dan tahniah. Pencapaian
prestasi ini, harus menjadi motivasi dan inspirasi dalam membangun
peradaban dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bengkalis, yang
maju dan bertamadunIslam. Hal ini selaras dengan tema pelaksanaan
MTQ ke-40
tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2015.
Khusus kepada peserta yang meraih prestasi gemilang, Suayatno
berpesan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan. Terlebih peserta
terbaik akan menjadi duta dan mewakili Kabupaten Bengkalis pada perhelatan MTQ
ke-34 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Siak Sri Indrapura. Untuk itu peserta
terbaik diminta untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan.
Sedangkan peserta yang belum berhasil, Suayatno
minta agar tidakcepat berputus asa, karena pencapaian
prestasi pada MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Bnegkalis menjadi cambuk dan pemicu
untuk lebih giat belajar danberlatih. Sesuai ungkapan, bahwa kegagalan merupakan
kesuksesan yang tertunda.
"Terpenting jadikan keikutsertaan
dalam MTQ kali ini, selain sebagai salah satu upaya untuk memelihara kesucian Al-qur'an dan mengembangkan syiarIslam, juga harus
membawa manfaat bagi kemaslahatan," ungkapnya.
Jadi Motivasi
"Wabup juga berharap perhelatan MTQ menjadi sebuah motivasi dan spirit umat
islam di Kabupaten Bengkalis untuk semakin mencinta Al quran sebagai tuntutan
dan pedoman hidup di dunia dan akhirat. Kecintaan terhadap kitabullah ini
hendaknya direalisasikan dalam aksi nyata umat Islam, khususnya para generasi
muda untuk meningkatkan seni baca al quran, sekaligus memahami dan mengkaji isi
kandungan kalam-kalam Ilahi," ungkap Suayatno.
Penutupan
yang penuh hidmat ini dihadiri sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten
Bengkalis, tokoh masyarakat, Camat dan kafilah kecamatan, terutama para finalis
pada perhelatan MTQ ke-40 Tingkat Kabupaten Bengkalis. Prosesi penutupan
ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wabup Bengkalis Suayatno, Sekretaris
Daerah Bengkalis, Burhanuddin, Kepala Kantor Kemenag Bengkalis, Jumari, Ketua
LPTQ Bengkalis Ariyanto, dan Forkopimda Bengkalis. Dilanjutkan dengan penurunan
bendera MTQ ke-40 yang berkibar sejak 30 Mei yang lalu.
Dikatakan Suayatno, perhelatan MTQ ke-40, memiliki makna yang amat penting bagi
umat islam. Karena kegiatan yang religius ini merupakan momentum menjadi sarana
untuk memperkokoh silturahmi, ukuwah islamiyah dan pengamalan nilai-nilai
Al-quran di kalangan umat Islam di Kabupaten Bengkalis.
Selama sepekan perhelatan mtq ke-40 tingkat Kabupaten Bengkalis, dapat
menyaksikan penampilan dan mendengarkan keindahan suara seni bacaan Al quran
yang dilantunkan oleh para peserta, sehingga menggetarkan dan menyentuh hati
setiap orang yang mendengarkan. Hal ini harus menjadi motivasi bagi anak-anak
umat Islam di Kabupaten Bengkalis, untuk menjadi kader Al quran yang
berkualitas.
Pada kesempatan itu, mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis ini mengajak seluruh
umat Islam di Kabupaten Bengkalis untuk membaca Al-qur'an setiap hari.
Terlebih, Pemkab Bengkalis telah mencanangkan program Kabupaten Bengkalis satu
hari khatam al quran.
"Untuk merealisasikan Kabupaten Bengkalis satu hari
khatam al quran ini, bisa dilakukan setiap kelompok masyarakat, dari lingkungan
keluarga, desa maupun kecamatan. Jika masyarakat membiasakan membaca Alquran
bisa dilakukan secara simultan dan berkelanjutan setiap hari, insya-Allah
masyarakat Kabupaten Bengkalis dapat merealisasikan sehari khatam Alquran,"
ujar Suayatno.
Dikatakan Suayatno, program satu hari khatam Alquran harus kita jadikan sebuah
kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan tumbuh
keinginan umat Islam untuk selalu memenuhi. Menunaikan tradisi satu hari khatam
Alquran, bisa dilaksanakan usai shalat maghrib maupun waktu-waktu lapang
lainnya, seperti sepertiga malam terakhir, usai shalat malam.
"Sebagai umat Islam yang sejak kecil mengenal Alquran, terasa rugi apabila
lidah kita tidak dibiasakan dibasahi dengan lantunan Alquran. Mulai hari ini
mari kita sematkan dalam hati untuk membudayakan tradisi membaca Alquran setiap
hari. pada tahap awal, bisa dimulai dengan satu ayat setiap usai shalat lima
waktu, sehingga lama kelamaan kita terbiasa dengan kalamullah," tutupnya. (Bku)