
"PKBM Albantani sendiri tentunya sangat bangga dengan hasil yang kita peroleh
hari ini. Meskipun kita belum mendapatkan juara, namun dengan terpilihnya PKBM
Albantani menjadi salah satu organisasi yang mewakili Riau merupakan hal yang
patut kami syukuri," terang Ketua Pengelola PKBM Albantani, Ruliono,
saat dihubungi wartawan, Selasa (9/6).
Dikatakan Ruliono, kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI ke-9 tingkat Nasional yang
dilaksanakan di Kota Medan, Sumatra Utara itu, sangat menjadi sebuah pengalaman
untuk meningkatkan prestasi PKBM Albantani. Dimana selama lebih kurang sepekan,
sejak 3 Juni sampai dengan 9 Juni, banyak ilmu yang dapat diambil lewat
perhelatan tersebut.
"Kita (PKBM) yang lahir 14 Februari 2011 yang saat ini berusia 5 tahun, baru
pertama kalinya dapat kesempatan mengikuti kegiatan apresiasi PTK-PAUDNI
tingkat nasional ini. Sehingga dengan kegiatan ini kita upayakan untuk menyerap
hal-hal yang bermafaat untuk organisasi kita dan juga mampu memberikan dampak
positif untuk Masayrakat kita," jelas Ruliono.
Ke depan, sambungnya, PKBM Albantani akan memaksimalkan diri agar mendapatkan
prestasi yang membanggakan masyarakat dan Kabupaten Bengkalis lewat kegiatan
semacam PTK-PAUDNI ini.
Kendati demikian, sejauh ini berbagai kegiatan yang dikelola
PKBM Albantani sangat dirasakan oleh masyarakat di kecamatan Bantan.
Diantara kegiatan tersebut adalah, bidang pengelolaan pendidkan non formal
keaksaraan, terhadap Suku terasing di kecamatan Bantan yang mencapai 200-an
orang, yang sudah dijalankan selama tiga tahun. Kemudian pendidikan kesetaraan,
paket A, B, C, yang sudah berjalan selama lima tahun.
Pada tahun 2013, PKBM Albantani juga melaksanakan pendidikan
kecakapan hidup, dalam bidang keterampilan tata busana yang diikuti 28 orang.
Kegiatan ini memberikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi
kaum ibu.
Tidak hanya itu, tahun 2014, lembaga non formal yang dikomandoi anak watan Desa
Mentayan ini melaksakana program pendidikan kewirausahaan masyarakat, khususnya
menjahit bagi 40 orang kaum wanita. Pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tata
boga (masak), keterampilan batok kelapa serta teterampilan budidaya ayam potong
masyarakat suku Asli di Desa Suka Maju. (Bku)