PKBM Albantani Wakili Riau Tingkat Nasional

Jumat, 12 Juni 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Untuk yang pertama kalinya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Albantan, bersaing di tingkat nasional dalam kegiatan apresiasi PTK-PAUDNI Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, mewakili Provinsi Riau. Meskipun tahun ini belum mendapatakan gelar juara.


"PKBM Albantani sendiri tentunya sangat bangga dengan hasil yang kita peroleh hari ini. Meskipun kita belum mendapatkan juara, namun dengan terpilihnya PKBM Albantani menjadi salah satu organisasi yang mewakili Riau merupakan hal yang patut kami syukuri," terang Ketua Pengelola PKBM Albantani, Ruliono, saat dihubungi wartawan, Selasa (9/6).


Dikatakan Ruliono, kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI ke-9 tingkat Nasional yang dilaksanakan di Kota Medan, Sumatra Utara itu, sangat menjadi sebuah pengalaman untuk meningkatkan prestasi PKBM Albantani. Dimana selama lebih kurang sepekan, sejak 3 Juni sampai dengan 9 Juni, banyak ilmu yang dapat diambil lewat perhelatan tersebut.


"Kita (PKBM) yang lahir 14 Februari 2011 yang saat ini berusia 5 tahun, baru pertama kalinya dapat kesempatan mengikuti kegiatan apresiasi PTK-PAUDNI tingkat nasional ini. Sehingga dengan kegiatan ini kita upayakan untuk menyerap hal-hal yang bermafaat untuk organisasi kita dan juga mampu memberikan dampak positif untuk Masayrakat kita," jelas Ruliono.


Ke depan, sambungnya, PKBM Albantani akan memaksimalkan diri agar mendapatkan prestasi yang membanggakan masyarakat dan Kabupaten Bengkalis lewat kegiatan semacam PTK-PAUDNI ini.


Kendati demikian, sejauh ini berbagai kegiatan yang dikelola PKBM Albantani sangat dirasakan oleh masyarakat di kecamatan Bantan. Diantara kegiatan tersebut adalah, bidang pengelolaan pendidkan non formal keaksaraan, terhadap Suku terasing di kecamatan Bantan yang mencapai 200-an orang, yang sudah dijalankan selama tiga tahun. Kemudian pendidikan kesetaraan, paket A, B, C, yang sudah berjalan selama lima tahun.


Pada tahun 2013, PKBM Albantani juga melaksanakan pendidikan kecakapan hidup, dalam bidang keterampilan tata busana yang diikuti 28 orang. Kegiatan ini memberikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi kaum ibu.


Tidak hanya itu, tahun 2014, lembaga non formal yang dikomandoi anak watan Desa Mentayan ini melaksakana program pendidikan kewirausahaan masyarakat, khususnya menjahit bagi 40 orang kaum wanita. Pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tata boga (masak), keterampilan batok kelapa serta teterampilan budidaya ayam potong masyarakat suku Asli di Desa Suka Maju. (Bku)