
Wakil Bupati H Suayatno menyerahkan santunan kepada anak yatim di Dusun Simpang Ayam, Desa Mesko, Ka
BENGKALIS-Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ditaja Paguyuban Keluarga Jawa Bengkalis (PKJB) bersama masyarakat Dusun Simpang Ayam, Desa Meskom Bengkalis, Kamis (31/1) malam.
Dalam tausiahnya Wabup juga menegaskan, perayaan Maulid Nabi hendaknya tidak sekedar sebagai acara seremonial. Namun harus mampu memotivasi umat Islam untuk selalu mengamalkan ajaran Rasullah SAW.
“Saya yakin perayaan ini bukan sekedar seremonial belaka, namun bisa
memotivasi kita untuk mencontohi aspek-aspek pribadi Nabi dalam kehidupan
individu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan mudah-mudahan
seluruh usaha kita dalam membangun kehidupan bangsa dan negara terlebih
daerah yang kita cintai ini,” ungkap Ketua PKJB ini.
Salah satu kebiasaan Rasullah yang patut dicontoh oleh umat Islam adalah shalat
berjamaah di masjid. Sebagai umat Islam maka kita dituntut mengikuti kebiasaan
Rasullah yakni shalat berjamaah di masjid. Hikmah yang dapat dipetik dari
shalat berjamaah, mampu meningkatkan ukhuwah Islmiah dan keimanan seseorang.
“Hal ini perlu saya sampaikan, mengingat saat ini ada sebagian umat Islam belum terbiasa shalat berjamaah di masjid atau musola. Untuk itu, melalui momentum peringatan Maulid Nabi ini, saya mengajak umat Islam untuk membiasa shalat berjamaah di masjid,” ujarnya.
Disamping itu mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis ini menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis gencar kampanye budaya maghrib mengaji. Untuk mendukung program ini, pemerintah mencetak 10 ribu eksampler Al Quran yang dibagikan kepada masjid, musola, lembaga pendidikan dan pemerintah, serta warga kurang mampu.
Tidak hanya program budaya maghrib mengaji, Pemkab Bengkalis juga mencanangkan program tadarus sebelum proses belajar mengajar di sekolah dimulai. Langkah ini dilakukan, sebagai bekal dan benteng bagi generasi muda agar tidak terpengaruh budaya-budaya asing. Mengingat saat ini orang tua dihadapkan dengan pengaruh kenakalan remaja, narkoba, tawuran dan pergaulan bebas. “Kita perlu membentengi generasi muda Islam dengan Al Quran,” tegas Wabup. (bku)