
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sejumlah elemen masyarakat di Bengkalis
meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera memperbaiki jalan-jalan
poros yang saat ini mengalami kerusakan parah. Seperti jalan poros desa Kembung
Baru, jalan Ketamputih-Kelemantan dan jalan poros Desa Sekodi.
Seperti disampaikan Arifin (29) warga Kembung Baru, Jumat (12/6). Jalan poros
utama di desa mereka banyak yang rusak, lubang-lubang menganga dan membahayakan
pengguna jalan. "Harapan kami sebelum lebaran ini jalan yang rusak tersebut
bisa ditimbun, pinta Arifin.
Jalan utama yang menghubungkan antar desa tersebut saat ini sulit dilewati
kendaraan roda empat. Padahal, sebagian besar hasil pertanian warga adalah
kelapa, sawit dan karet. "Mobil-mobil kuning pengangkut sawit sering lewat
kampung kita, tapi harus ekstra hati-hati, sudah banyak yang terperosok," ujar
Arifin.
Kondisi tidak jauh beda dialami masyarakat desa Kelemantan dan Sekodi. Sebagian
jalan poros kampung mereka mengalami kerusakan cukup parah. Seperti perbatasan
desa Ketamputih dan Kelemantan tepatnya di sekitaran Kanjau, jalan poros yang
diapit perkebunan warga itu banyak yang rusak.
"Tak ada jalan alternatif yang bisa dilewati warga, jalan poros itulah
satu-satunya menuju Kelemantan dan Sekodi, jadi mau tak mau walaupun rusak
tetap juga ditempuh," ujar tokoh masyarakat Kelemantan H Sabran.
Mengingat aktivitas masyarakat selama bulan puasa dan lebaran ini semakin
meningkat, mereka berharap Pemkab Bengkalis bisa memperbaiki jalan-jalan yang
rusak tersebut, minimal untuk sementara di timbus lubang-lubang yang menganga
dan membahayakan pengguna jalan.
"Kalau tak salah ada dana perawatan jalan untuk masing-masing Kecamatan, kami
berharap dana tersebut bisa dipergunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang
rusak. Sudah cukup lama kami berkutat dengan kondisi jalan seperti ini,"
ujarnya.
Sudah banyak pengguna jalan yang jatuh akibat jalan rusak tersebut. Tidak hanya
itu, bila malam hari masyarakat juga takut melintas jalan poros
Ketamputih-Kelemantan, selain gelap, kanan kiri jalan juga hanya ada perkebunan
warga "Kami betul-betul berharap sebelum lebaran sudah ada penimbusan untuk jalan
yang rusak," harapnya.
Sebelum ini Camat Bantan, Hendrik Dwi Yatmoko saat dikonfirmasi mengatakan,
untuk tahun anggaran 2015 ini sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 50 miliar,
untuk peningkatan jalan poros Kecamatan Bantan. Sebagian anggaran tersebut digunakan
untuk cor jalan (rigid), sebagian untuk base.
"Memang ada anggaran untuk pembangunan jalan poros Kecamatan Bantan, tapi
sejauh ini belum dikerjakan karena masih dalam tahapan atau proses tender,"
ujar mantan Kabag Humas Setkab ini.
Di beberapa titik jalan poros Kecamatan Bantan juga mengalami kerusakan,
seperti di desa Muntai, Bantan Air dan lainnya. masyarakat turut mendesak agar
pembangunan jalan poros yang tidak masuk program Multiyears itu segera
dilakukan. (Bku)