
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dalam upaya mengurangi abrasi yang
terjadi di Pulau Bengkalis, Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir
Desa Teluk Papal melakukan aksi penanaman mangrove secara berkelanjutan. Hanya
saja persoalan yang dihadapi selama ini adalah masih rendahnya tidak hidup
bibit yang ditanaman akibat gelombang yang cukup kuat menghantam pantai.
"Abrasi merupakan salah satu momok
yang menakutkan bagi masyarakat pesisir yang setiap saat terjadi sehingga
mengancam kebun, pertanian bahkan pemukiman warga. Jika ini tidak diatasi,
bias-bisa kampung Papal hanya tinggal nama," ujar Ponimen, Ketua Kelompok
Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Teluk Papal kepada wartawan, Rabu
(17/6/2015).
Kelompok yang sebelumnya pernah
mendapat binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis juga
berharap dari dinas terkait lainnya juga bisa turut berpartisipasi dalam upaya
pencegahan terjadinya abrasi.
"Sejauh ini apa yang kami tanam tingkat
kehidupan minim sekali. Untuk itu kami mengharapkan pembinaan dapat terus
dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.
Terpisah, PPTK Kegiatan Rehabilitasi
dan Konservasi Lingkungan Pesisir Dinas Kalautan dan Perikanan Kabupaten
Bengkalis, Muchlizar, pihaknya sudah pernah melaksanakan sistem penanaman
mangrove dengan metode memasang batu beronjong di depan bibit yang ditanan
dengan konstruksi yang tidak terlalu tinggi. Tujuannya sebagai peredam
gelombang sehingga kecepatan gelombang melemah pada saat mengenai bibit
mangrove yang ditanam.
"Dengan teknik ini bisa mengurangi
tingkat kematian bibit mangrove. Kita sudah pernah lakukan cara ini pada tahun
2009," ujar pria yang akrap disapa Mung ini.
Pada kesempatan itu ia juga berharap
kelompok yang mendapat binaan maupun yang tidak mendapat binaan dari Dinas
Kelautan dan Perikanan, agar tetap bisa melaksanakan kegiatan ini meskipun
tidak mendapat dana pembina atau reward tahun ini. Karena apa yang dilaksanakan
ini salah satu upaya perbaikan wilayah pesisir dan yang terpenting
mempertahankan keutuhan NKRI. (Bku)