
BENGKALIS, Beritaklik.Com
- Komisi Pemilihan
Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis menyerahkan 44.500 kopian Kartu Tanda Penduduk
(KTP) dukungan calon perseorangan, Rahmat Budi Wirawan (RBW)-Dinawati ke
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk diverifikasi, Senin (22/6/2015).
Hal ini dikatakan Ketua KPU Kabupaten
Bengkalis, Defitri Akbar ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/6/2015).
Sebanyak 44.500 kopian dukungan pasangan Rahmat Budi Wirawan-Dinawati akan
diserahkan ke PPK. Selanjutnya PPK menyerahkan ke PPS untuk dilakukan
verifikasi administrasi dan faktual.
RBW-Dinawati mendaftarkan ke KPU
Kabupaten Bengkalis sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten
Bengkalis periode 2015-2020 melalui jalur perseorangan, Senin (15/6/2015) lalu.
"Sore ini (kemarin, red) dukungan
itu kita serahkan ke PPK dan kemudian PPK meneruskan ke PPS untuk dilakukan
verifikasi administrasi dan faktual," kata Dedek di ruang kerjanya.
Dipaparkan Dedek, sejak diserahkan, PPK
dan PPS mempunyai waktu selama 14 hari untuk melakukan verifikasi. Dari
verifiasi ini baru akan diketahui, apakah pasangan RBW-Dinwati memenuhi syarat
atau tidak untuk maju melalui jalur independen.
Rahmat Budi Wirawan dan Dinawati
mendaftarkan ke KPU sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten
Bengkalis periode 2015-2020 melalui jalur independen, Senin (15/6/2015) lalu.
Keduanya datang ke KPU dengan berbaju
kurung melayu dan di dampingi puluhan pendukung berikut 44.500 kopi KTP
pendukungnya.
RBW dan Dinawati menyerahkan berkas
sebagai calon independen (non partai) kepada KPU untuk diverifikasi. "Hari
ini, berkas- berkas dan syarat administrasi kami, sudah diserahkan dan sekarang
sedang di verifikasi. Mudahan- mudahan tidak ada masalah," kata RBW saat
itu kepada sejumlah wartawan di KPU Bengkalis.
Resmi mendaftarkan diri, RBW
mengungkapkan alasan mendasar kenapa dirinya maju di Pilkada Kabupaten
Bengkalis yang akan digelar 9 Desember mendatang.
Terkait dukungan, sampai pria kelahiran
Desa Pedekik Kecamatan Bengkalis ini, masing- masing calon pasti mengklaim
punya dukungan.
"Orang tidak mengenal siapa Budi,
karena kami bukan siapa-siapa. Tetapi menurut seorang ahli cina, kunci untuk
memenangkan sebuah pertempuran jangan sampai strategi dan kekuatan kita terbaca
sama lawan," pungkasnya. (Bku)