
"Memang benar telah dilaksanakan FKP, tapi tidak melibatkan tokoh masyarakat
termasuk BPD, KPMD dan LPMD. Hanya beberapa tokoh saja, yaitu kepala dusun dan
Ketua RW. Sementara yang bersangkutan tidak menyampaikan ke masyarakat secara
umum," ujar Ketua SMPL Kabupaten Bengkalis, Turadi kepada wartawan, Rabu
(24/6/2015).
Ditambahkan Turadi, di desa juga tidak ditemukan sosialisasi baik dalam bentuk
pamflet atau spanduk sebagai pemberitahuan sedang dilakukannya kegiatan PBDT
Tahun 2015. Dari beberapa masyarakat yang diambil sample juga mengaku tidak
mengetahui adanya kegiatan tersebut.
"Menyikapi kondisi ini, kami telah menyurati Bupati Bengkalis dan Ketua DPRD
Bengkalis yang intinya mohon dorongan evaluasi terhadap tahapan pelaksanaan FKP
dalam kegiatan Basis Data Terpadu tahun 2015 yang sudah dilaksanakan BPS
Bengkalis. Kita khawatir nantinya data yang diperoleh tidak akurat sehinga
berdampak pada tidak tepat sasarannya program yang telah disusun pemerintah,"
harapnya.
Sebelumnya, Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh meminta kepada seluruh RT yang
ada di desa/kelurahan se-Kabupaten Bengkalis untuk mensukseskan PBDT. Kepala
desa maupun lurah hendaknya mengontrol kinerja RT yang tidak peduli dengan PBDT
tersebut.
"Jangan sampai ada satu warga miskin pun yang tercecer, karena Pemutakhiran
Basis Data Terpadu ini penting sebagai dasar untuk penerapan Program
Perlindungan Sosial, seperti raskin dan sebagainya," ujar Herliyan Saleh kepada
wartawan di sela-sela safari Ramadhan, baru-baru ini.
Hal itu ditekankan Bupati menyusul adanya informasi dari warga, bahwa ada RT yang
terkesan kurang respon terhadap PBDT. Kalau RT kurang respon, dikhawatirkan
hasil dari PBDT nantinya tidak akurat, karena bisa saja ada warga miskin sesuai
dengan kriteris BPS tidak terdata.
"Memang untuk pemutakhiran ini nantinya ada petugas dari BPS yang turun ke
lapangan, tapi kalau data yang diberikan RT tidak akurat tentu berpotensi untuk
terjadi bias," kata Bupati.
Dalam kesempatan itu, Herliyan menginstruksikan kepada kepala desa maupun lurah
agar benar-benar mengontrol kinerja RT. Kalau ada di wilayah kerjanya ditemukan
RT yang kurang respon terhadap PBDT hendaknya diberikan teguran. "Kalau
ternyata tetap tidak menjalakan tugasnya dengan baik, tolong catat namanya dan
laporkan ke kecamatan. Sebagai RT harusnya peduli dengan warganya," ujar Herliyan
lagi.
Untuk PBDT tersebut, Kepala BPS Bengkalis Rafdi ST mengatakan, sebagian besar
desa/kelurahan di Kabupaten Bengkalis telah menyelesaikan Forum Konsultasi
Publik (FKP). FKP dilakukan untuk menjaring warga miskin yang ada di
desa/kelurahan sebelum nantinya dilakukan pencacahan di lapangan. (Bku)