
Lumrahnya jelang lebaran, masyarakat disibukkan dengan membeli beraneka
keperluan. Mulai dari aksesoris rumah, seperti membeli gorden, toples kueh,
kursi duduk, pakaian, beraneka kueh mueh dan kacang-kacangan, hingga bahan-bahan
untuk mempercantik rumah seperti cat dan lainnya.
Khusus untuk pakaian, masyarakat pembeli tidak hanya terkonsentrasi di pasar
induk jalan Sudirman juga pasar Sukaramai, tapi juga menyebar di beberapa
tempat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang lebaran ada saja kelompok
masyarakat yang membuka bazar Ramadhan, kali ini lokasi dan jumlahnya lebih
banyak.
Selain di halaman komplek Koramil jalan Cokro Bengkalis, ada juga bazar
Ramadhan di pasar Terubuk Bengkalis dan Lapanga Bandar Sri Laksamana (pasir). "Banyak tempat banyak pilihan, pilihan model dan pilihan harga tentunya. Soal
apakah ramai atau tidak yang membeli, tergantung kemampuan daya beli masyarakat
itu sendiri," ujar Aulia warga Bengkalis, Minggu (5/7).
Selain memborong pakaian dan perhiasan, sejumlah warga juga terlihat sibuk
memilih dan membeli kueh kering dan kacang kacangan. Seperti dituturkan Nurmala
(60), dirinya memghabiskan ratusan ribu rupiah untuk membeli kacang-kacangan,
sementara untuk berbagai jenis kueh kering, dirinya lebih memilih membuat
sendiri.
"Kalau semuanya beli tak tahan duitnya, apalagi nengok harga-harga kueh kering
di toko, satu toples ada yang sampai ratusan ribu. Jadi kami beli
kacang-kacangan dan gula-gula saja," ujar warga pulau Padang Meranti ini.
Ungkapan senada juga disampaikan Darti (27) warga Kembung Luar, menurutnya
kondisi ekonomi masyarakat petani saat ini kurang begitu menggairahkan, karena
sejak setahun terakhir harga karet tidak sebanding dengan harga-harga kebutuhan
pokok, begitupun harga kelapa.
"Paling kalaupun beli yang kacang-kacang saja, selebihnya kita buat sendiri,
tak sanggup kalau harus beli semua, apalagi kueh keringnya untuk ukuran kami
terlalu mahal," sebut Darti.
Pantauan di pelabuhan Camat Bengkalis, sejumlah buruh terlihat membongkar
ribuan kes minuman kaleng berbagai merek untuk diangkut ke gudang-gudang.
Minuman kaleng dan soya botol juga menjadi salah satu pelengkap setiap kali
musim lebar, "Kalaupun harus beli, paling tiga sampai empat kes saja," ujar
Firdaus pula.
Sementara itu di sejumlah toko emas di Bengkalis juga mulai ramai dikunjungi.
Ada yang membeli emas baru, adapula yang sekadar mencuci emas yang ada (lama)
agar kelihatan seperti baru. "Tak beli bang, cuci yang lama saja biar terlihat
baru," ujar Asmah. (Bku)