
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Memperlancar arus mudik,Dinas
Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis sudah
menyiapkan sarana angkutan transportasi bagi pemudik secara maksimal, baik
untuk transportadi darat maupun laut. Di samping itu, memberikan kenyamanan
kepada pemudik, disapakati pula untuk mendirikan 12 posko terpadu di 12 titik
di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Kepala Dishubkominfo Bengkalis, H Jaafar Arief yang dihubungi, Selasa
(7/7/2015) mengatakan, untuk armada angkutan laut disiapkan kapal besar
sebanyak 12 unit seperti untuk tujuan Batam dan beberapa daerah kepulauan
lainnya.Sementara untuk angkutan darat, disiapkan bus sebanyak 46 unit untuk
tranportasi antar kabupaten antar propinsi.
"Untuk armada roro, kita siapkan 7 unit roro yang dioperasikan secara
bergantian untuk rute Sei Selari- Air Putih. Demikian pula untuk melayani
penyeberangan Dumai-Rupat disiapkan 2 unit roro. Kemudian untuk lintasan
Bengkalis-Pekanbaru dioperasikan 2 speed boad. Dan melayani transportasi antar
pulau Bengkalis-Meranti disiapkan 4 unit speedboad. Kita rasa armada yang kita
siapkan untuk transportasi mudik ini sudah cukup maksimal," ungkap Jaafar.
Menyingung upaya mengurai antrian di penyeberangan roro Sei Selari-Air Putih
terutama pada H-4 H+7 yang saban tahun terus membludak, ia mengatakan jika
pihaknya akan mengutamakan mengoperasikan kapal besar dengan kapasitas angkut
yang lebih banyak untuk mengurangi antrean.
"Pada H-4 dan H+7 kita akan operasikan kapal- kapal besar untuk mengurangi
antrian panjang kendaraan. Sejauh ini baru itu yang bisa kita upayakan
mengurangi antrian penyeberangan. Karena memang dermaga baru yang kita bangun
belum bisa difungsikan pada lebaran tahun ini,"jelas Ja'far sembari
menyebut kapal besar yang dioperasilan itu seperti KM Swarna Putri, KM Aeng
Mas, KM Mulia Pertiwi, KM Bahari Nusantara.
Ia juga mengatakan pada H-4 dan H+7 itu, kendaraan barang dibatasi untuk
menyeberang. Yang hanya diperbolehkan menyeberang hanya mobil angkutan BBM,
sembako, gas dan kargo.
Menyinggung kenaikan harga tiket baik trnasportasi darat maipin laut, sejauh
ini kata Ja'far belum ada keputusan dari Menhub terkait tuslah atau kenaikan
harga tiket. Karena iti minta kepada para agen dan pemilik PO untuk tidak
menaikan harga tiket sebelim ada keputusan resmi dari pemerintah. (Bku)