Dua Warga Kembung Luka Parah Digigit Anjing Gila

Selasa, 28 Juli 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dua warga desa Kembung Luar, Sawiji (55) dan Eton (50), Jumat (24/7) digigit anjing gila warna kemerahan. Akibat gigitan tersebut, Eton terpaksa dilarikan ke RSUD Bengkalis karena mengalami luka serius, sementara Sawiji juga berobat ke RSUD, walau luka yang dialami tidak separah Eton.

Ceritanya, Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Sawiji pemilik kedai harian tersebut baru saja menyusun barang-barang dagangannya (sayur mayur,red). Saat dirinya akan masuk ke dalam kedai, tiba-tiba satu ekor anjing sudah berdiri di dalam kedai (diperkirakan masuk dari pintu samping kedai).

Sawiji berniat mengusir binatang yang tidak jelas siapa pemiliknya tersebut, tapi tiba-tiba anjing kemerahan itu langsung menyerang dirinya. Mendapat serangan dengan tiba-tiba, Sawiji tidak bisa menghindar dan harus mengalami luka serius di jari tangannya.

Mengetahui ada warga yang digigit anjing gila, sejumlah warga berupaya memburu anjing berbahaya yang tidak diketahui siapa pemiliknya tersebut. "Abang baru saja menyusun sayur dan barang-barang dagangan, tiba-tiba diterkam anjing yang sudah berdiri di dalam kedai," ujar Rosmawati adik Sawiji.

Belum sempat ditemukan warga, anjing gila tersebut tanpa diduga masuk ke dalam rumah Parnadi (sekitar 500 meter dari rumah Sawiji,red). Tanpa ampun, anjing tersebut langsung menyerang Atun (istri Parnadi,red) dibagian tangan dan perut samping. Wanita paruh baya berpostur tinggi kurus tersebut tidak bisa menghindar, akibatnya Atun mengalami luka parah dibagian perut dan tangan.

Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Atun langsung dilarikan ke RSUD Bengkalis menggunakan ambulance desa. Begitupun Sawiji, dirinya tidak mau mengambil resiko, kendati luka gigitan yang dialami tidak separah luka Atun. "Kita belum pasti apakah memang anjing gila atau tidak, tapi upaya penanganan tetap harus segera dilakukan, khawatir akan berakibat serius," ujar Muslim pula.

Kawatir jatuh korban susulan, sejumlah warga bersenjatakan senapan angin berupaya memburu binatang bertaring tajam tersebut. "Di tempat kita ini memang masih banya anjing-anjing yang dilepas seperti itu, kalau kita bunuh nanti yang punya marah pula. Tapi kalau sudah seperti ini apa yang punya mau tanggungjawab," gerutu Mardi warga Kembung.

Seperti pernah diberitakan, saban tahun Dinas Pertanian Peternakan (Distanak) Kabupaten Bengkalis, melakukan program eliminasi anjing liar di sejumlah Kecamatan di Bengkalis. Belum diketahui pasti apakah tahun ini program eliminasi anjing-anjing liar masih dilakukan.

Terkait program tersebut, Kepala Distanak, H Arianto mengatakan, program eliminasi anjing liar tetap dianggarkan tahun ini. Pihaknya juga sudah menerima sejumlah permohonan dari masyarakat agar kegiatan tersebut dilaksanakan. "Programnya tetap ada tahun ini, tinggal realisasi saja," sebutnya. (Bku)