
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dua warga desa Kembung Luar, Sawiji (55) dan Eton
(50), Jumat (24/7) digigit anjing gila warna kemerahan. Akibat gigitan
tersebut, Eton terpaksa dilarikan ke RSUD Bengkalis karena mengalami luka
serius, sementara Sawiji juga berobat ke RSUD, walau luka yang dialami tidak
separah Eton.
Ceritanya, Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Sawiji pemilik kedai harian
tersebut baru saja menyusun barang-barang dagangannya (sayur mayur,red). Saat
dirinya akan masuk ke dalam kedai, tiba-tiba satu ekor anjing sudah berdiri di
dalam kedai (diperkirakan masuk dari pintu samping kedai).
Sawiji berniat mengusir binatang yang tidak jelas siapa pemiliknya tersebut,
tapi tiba-tiba anjing kemerahan itu langsung menyerang dirinya. Mendapat
serangan dengan tiba-tiba, Sawiji tidak bisa menghindar dan harus mengalami
luka serius di jari tangannya.
Mengetahui ada warga yang digigit anjing gila, sejumlah warga berupaya memburu
anjing berbahaya yang tidak diketahui siapa pemiliknya tersebut. "Abang baru
saja menyusun sayur dan barang-barang dagangan, tiba-tiba diterkam anjing yang
sudah berdiri di dalam kedai," ujar Rosmawati adik Sawiji.
Belum sempat ditemukan warga, anjing gila tersebut tanpa diduga masuk ke dalam
rumah Parnadi (sekitar 500 meter dari rumah Sawiji,red). Tanpa ampun, anjing
tersebut langsung menyerang Atun (istri Parnadi,red) dibagian tangan dan perut
samping. Wanita paruh baya berpostur tinggi kurus tersebut tidak bisa
menghindar, akibatnya Atun mengalami luka parah dibagian perut dan tangan.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, Atun langsung dilarikan ke
RSUD Bengkalis menggunakan ambulance desa. Begitupun Sawiji, dirinya tidak mau
mengambil resiko, kendati luka gigitan yang dialami tidak separah luka Atun. "Kita belum pasti apakah memang anjing gila atau tidak, tapi upaya penanganan
tetap harus segera dilakukan, khawatir akan berakibat serius," ujar Muslim
pula.
Kawatir jatuh korban susulan, sejumlah warga bersenjatakan senapan angin
berupaya memburu binatang bertaring tajam tersebut. "Di tempat kita ini memang
masih banya anjing-anjing yang dilepas seperti itu, kalau kita bunuh nanti yang
punya marah pula. Tapi kalau sudah seperti ini apa yang punya mau
tanggungjawab," gerutu Mardi warga Kembung.
Seperti pernah diberitakan, saban tahun Dinas Pertanian Peternakan (Distanak)
Kabupaten Bengkalis, melakukan program eliminasi anjing liar di sejumlah
Kecamatan di Bengkalis. Belum diketahui pasti apakah tahun ini program
eliminasi anjing-anjing liar masih dilakukan.
Terkait program tersebut, Kepala Distanak, H Arianto mengatakan, program
eliminasi anjing liar tetap dianggarkan tahun ini. Pihaknya juga sudah menerima
sejumlah permohonan dari masyarakat agar kegiatan tersebut dilaksanakan. "Programnya
tetap ada tahun ini, tinggal realisasi saja," sebutnya. (Bku)