
Sempena Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke 503, Bupati Herliyan Saleh, Ketua DPRD Heru Wahyudi dan Forkompinda ziarah ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut di Kecamatan Bukitbatu, Kamis (30/7/2015).
Sempena Hari Jadi Kabupaten
Bengkalis ke 503, Bupati Herliyan Saleh, Ketua DPRD Heru Wahyudi dan
Forkompinda ziarah ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut di Kecamatan Bukitbatu,
Kamis (30/7/2015).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Untuk mengenang jasa-jasa
perjuangan dan perlawanan mengusir penjajah, maka sempena hari jadi Bengkalis
ke-503, Bupati Bengkalis, H. Herliyan Saleh, bersama sejumlah tokoh adat dan
tokoh masyarakat melaksanakan ziarah makam ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut
yang terletak di desa Sukajadi, kecamatan Bukit Batu, kabupaten Bengkalis.
Bupati bersama rombongan berangkat ke tempat persemayaman terakhir pejuang
Bengkalis ini dengan menelusuri selat Bengkalis dan kemudian masuk ke sungai
Bukit Batu. Perjalanan ini untuk menapaktilas rute perjalanan yang sering
dilalui Datuk Laksamana Raja Dilaut semasa hidupnya.
Herliyan menyatakan, bagi masyarakat Bengkalis, sosok Datuk Laksamana Raja
Dilaut, adalah salah-satu sosok tokoh yang menjadi panutan. Dan dengan jiwa
kepemimpinannya, maka Datuk Laksamana Raja Dilaut bukan hanya dapat menyatukan
berbagai lapisan masyarakat yang ada, tetapi juga mengajarkan kepada
masyarakat, akan arti penting rasa kebersamaan, semangat persatuan dan
persatuan dalam menjaga eksistensi dan mengisi keberadaan sebuah negeri dengan
berbagai aktivitas pembangunan.
"Dengan rasa dan semangat itu pula, hingga saat ini kebesaran nama Datuk
Laksamana Raja Dilaut tetap abadi, dan Insya Allah akan abadi selamanya," ujar
Herliyan.
Disampaikan, pesan moral dan hikmah yang ingin terus tanamkan dan petik melalui
ziarah makam sebagaimana yang dilakukanya, adalah untuk mengingatkan seluruh
lapisan masyarakat akan arti penting dan makna jati diri sebagai seorang anak
negeri bagi kejayaan negeri ini, terlebih-lebih di era globalisasi seperti saat
sekarang ini.
Menurutnya, dengan memperingati hari jadi Bengkalis ke-503 dan melaksanakan
kegiatan ziarah makam ke makam Datuk Laksamana Raja Dilaut yang dilaksanakan
setiap tahunnya, maka diharapkan dapat memperkuat jati diri dan menyegarkan
ingatan akan perjuangan pahlawan Bengkalis tersebut.
Dijelaskan pula bahwa sebagai bagian dari sejarah Bengkalis, sejarah yang
dicatatkan Datuk Laksamana Raja Dilaut, juga merupakan tempat bertanya, apakah
kita yang hari ini menjadi bagian negeri ini dan akan menjadi bagian sejarah
Bengkalis atau tidak. Kemudian, apakah sudah berbuat maksimal untuk daerah
dengan telah memberikan yang terbaik, atau tidak.
Ditambahkan, bahwa memahami sejarah memang sangat teramat penting, karena
dengan sejarah, kita dapat melakukan pencarian dan menemukan sebuah
kegemilangan yang hilang. Dan dengan itu pula kita dapat melakukan penebusan
atas sesuatu identitas azali di masa depan.
"Hari ini, tanggungjawab untuk itu ada di pundak kita semua. Dan tanggungjawab
itulah yang harus kita wariskan ke generasi seterusnya, sehingga jati diri kita
dan negeri ini, kapanpun juga, tidak akan lapuk oleh hujan dan tidak akan
lekang oleh panas," lanjutnya.
Herliyan pun mengakui bahwa sebagaimana yang ditauladankan Datuk Laksamana Raja
Dilaut bahwa kebhinnekaan yang ada di negeri ini termasuk budaya dapat menjadi
perekat dan kekuatan besar. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita di hari ini,
di hari esok, lusa dan seterusnya, untuk tidak menjadikannya sebagai hal yang
sama yakni menjadi cermin untuk meningkatkan semangat dan patriotisme diri
untuk berbuat lebih baik bagi kemajuan Bengkalis di masa depan. (Bkf)