
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Walau dalam seminggu terakhir intensitas curah hujan semakin tinggi, namun
pelayanan PDAM ke rumah-rumah warga belum optimal. Aliran air bersih tidak
lancar sehingga membuat warga yang membutuhkan air bersih untuk keperluan
sehari-hari merasa terganggu.
"Tak jelas PDAM ini, kadang hidup kadang mati. Jangankan untuk cuci pakaian,
untuk cuci piring pun susah," ujar salah seorang warga Bengkalis, Yani kepada
wartawan beberapa hari lalu. Dikatakan, secara kualitas kondisi air bersih
masih cukup bagus, tapi dengan ketidakpastian air mengalir ke rumah warga
membuat dirinya agak susah untuk melakukan pekerjaan rumah. "Kadang-kadang
besok pagi kita rencana mau cuci
pakaian, eh tau-taunya air mati (tak mengalir,red)," kata Yani lagi.
Terpisah, Plt. Direktur PDAM Kabupaten Bengkalis, M Yunus Zainal saat
dikonfirmasi mengatakan, tidak optimalnya layanan PDAM akhir-akhir ini karena
listrik dari PLN mati tidak terjadwal. Memang PDAN memiliki mesin genset untuk
dioperasikan kalau sewaktu-waktu mati lampu. Namun, karena mati lampunya tidak
terjadwal dan lama matinya pun tidak pasti, maka pihaknya memilih untuk
menunggu lampu hidup kembali untuk operasionalisasi sistem penyaringan air
bersih.
Saat kemungkinan hal itu bisa menyebabkan kerusakan peralatan, Yunus mengatakan,
memang ada pompa yang rusak api dirinya tidak bisa memastikan apakah kerusakan pompa
akibat listrik yang sering hidup mati. "Dan kita pun tidak berfikir ke arah
sana. Begitu pompa rusak ya langsung kita usahakan untuk diperbaiki, itu saja,"
ujar Yunus lagi.
Memang, akhir-akhir ini kondisi listrik di Bengkalis tidak stabil. Dalam satu
hari, listrik bisa bayar pet hingga 5 - 6 kali bahkan lebih. Matinya pun tidak
tentu, kadang pagi, kadang sore, malam, bahkan saat subuh. (Bku)