Tahun Ini Hanya Dianggarkan Rehab Konstruksi Bangunan Asrama Atlet Retak

Jumat, 07 Agustus 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kondisi bangunan asrama atlet yang dibangun sejak tahun 2009 lalu sampai saat ini tidak kunjung dimanfaatkan sama sekali. Bahkan kondisi bangunan yang terdiri dari dua lantai dan menelan biaya sekitar Rp11 miliar tersebut konstruksi bangunannya sudah retak-retak dan sarana pendukung juga sudah hancur.

Tinjauan langsung ke asrama atlet, Rabu (5/8/2015), terlihat pondasi bangunan yang terkesan megah itu sudah mengalami kemiringan. Kaca-kaca di lantai bawah dan atas mayoritas pecah dan berserakan di sepanjang ruangan, kemudian platfon bangunan juga sudah bolong-bolong dan di sekitar bangunan mulai dari depan sampai ke belakang ditumbuhi semak belukar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Sekretaris Muhammad Tarmizi ketika dikonfirmasi mengakui kalau kondisi fisik bangunan tersebut sudah banyak yang retak. Ia menyebutkan pada tahun 2015 ini hanya dianggarkan untuk perbaikan gedung saja, berupa penggantian kaca-kaca yang pecah, platfon yang bolong-bolong diganti, kemudian pembersihan di sekitar bangunan yang sudah ditumbuhi semak belukar.

"Tahun 2015 ini kita anggarkan untuk perbaikan sarana pendukung bangunan asrama atlit tersebut. Sedangkan untuk konstruksinya tidak dianggarkan, sehingga rekanan pemenang lelang hanya mengerjakan renovasi sarana dalam dan luar gedung, tidak mencakup pekerjaan konstruksi," jelas Tarmizi.

Disinggung langkah selanjutnya, Tarmizi menyebut bisa saja kegiatan perbaikan bangunan asrama atlit itu dilakukan concract change order (CCO), sehingga seluruh pekerjaan renovasi atau perbaikan dapat dilaksanakan. Diakuinya, soal konstruksi memang belum dianggarkan, walau sejumlah balok didalam ataupun diluar gedung sudah retak-retak dan membahayakan.

"Kita upayakan kegiatan tersebut di-CCO nanti, tentu sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebaiknya untuk soal konstruksi maupun hal tekhnis koordinasi dengan kepala bidang cipta karya karena kegiatan itu berada di bidang cipta karya," sambung Tarmizi.

Sementara rekanan pelaksana kegiatan renovasi, Supriyadi ketika dikonfirmasi menyebutkan kalau pekerjaan yang akan dilaksanakannya hanya meliputi perbaikan sejumlah sarana yang rusak, diluar konstruksi. Hal itu sesuai dengan RAB yang ada dan besaran anggaran untuk kegiatan renovasi.

"Kondisi asrama atlet tersebut sangat memprihatinkan, mayoritas pekerjaan konstruksi bangunan mengalami kerusakan. Pondasinya sudah miring, balok penyangga bangunan sudah retak-retak, kemudian musholla dan toilet juga tidak terawat sama sekali. Sesuai RAB dan nilai pekerjaan, kita hanya melakukan renovasi untuk mengganti kaca-kaca yang pecah, platfon yang bolong dan pembersihan didalam dan diluar gedung, konstruksi bukan tanggungjawab kita," ungkap Supriyadi menjelaskan. (Bku)