
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kelanjutan pembangunan sejumlah sarana pendidikan
berupa fisik sekolah- yang berada di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten
Bengkalis terancam tidak dilaksanakan tahun ini karena tak kunjung dilelang.
Padahal sudah dianggarkan melalui APBD Bengkalis.
Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten
Bengkalis, M Fachrorozi Agam, Kamis (6/8/2015), menilai pihak Disdik terutama
pengambil kebijakan yaitu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diduga sengaja
mempermainkan proyek-proyek tersebut. Padahal pembangunan lanjutan sekolah
tersebut harus dilaksanakan tahun 2015, kecuali proyek itu sedang bermasalah.
"Aneh juga, ada kelanjutan pembangunan sekolah yang sudah tayang di SPSE
Bengkalis, tapi tidak kunjung dilelangkan Disdik. Apakah ada masalah atau
memang sengaja tidak dilelangkan dengan alasan tertentu, padahal itu merupakan
sarana belajar mengajar yang harus tuntas dikerjakan," ungkap Agam.
Dicontohkan Agam, ada kelanjutan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana SDN
48 Bengkalis dengan anggaran Rp9,7 miliar, kelanjutan pembangunan sarana SMP
Unggulan (SMPN 4) Bengkalis Rp8,5 miliar yang ditayangkan dalam Rencana Umum
Pengadaan (RUP) Disdik tahun 2015 di SPSE tak kunjung dilelang dengan alasan
yang tidak jelas sama sekali.
Kalau KPA atau PPTK menyebut perencanaannya belum siap, mustahil kegiatan
tersebut sudah dilaksanakan pada tahun 2014, karena pada tahun 2015 ini
merupakan kegiatan lanjutan. Atau memang paket tersebut mau disembunyikan atau
takut untuk dilelang, seharusnya KPA atau pihak berkompeten di Disdik
memberikan penjelasan ke public.
"Yang akan dibangun tersebut adalah sekolah, sarana belajar mengajar.
Tidak ada alas an KPA untuk tidak melelang paket tersebut, karena sudah
disahkan dalam APBD Bengkalis berupa Perda. Akan sangat mubazir anggarannya
kalau kegiatan lanjutan pembangunan sekolah itu tidak dilaksanakan, padahal
bisa dialokasikan ke sektor pendidikan lain kalau toh tidak dilelang juga," papar
Agam.
Ketika hal itu coba dikonfirmasi ke Kepala Disdik, yang bersangkutan sedang
tidak berada di Bengkalis. Demikian juga KPA yang merupakan Kepala Bidang
Sarana dan Prasarana Disdik Bengalis Adi Prasetyo juga tidak di kantor, dua
nomor handphonenya saat dihubungi tidak aktif. (Bku)