Diskes Taja Pelatihan Kompetensi MTBS

Sabtu, 08 Agustus 2015

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Guna memperkuat wawasan dan pengetahuan tentang penanganan balita (bayi dibawah lima tahun,red) yang mengalami sakit, Dinas Kesehatan (Diskes) Bengkalis melalui Bidang PPSDM melaksanakan pelatihan kompetensi manajemen terpadu balita sakit (MTBS).

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Horizon Bengkalis mulai Kamis (6/8/2015) sampai Senin (10/8/2015). Sebanyak 18 peserta yang terdiri dari tenaga bidan perawat yang berasal dari UPTD Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-kabupaten Bengkalis akan diberi pelatihan oleh tenaga ahli yang didatangkan dari Diskes Provinsi Riau.

Ketua Panitia Penyelenggara Syamsul Bahri AMD Kep kepada wartawan, Jumat (7/8/2015) mengatakan bahwa pelaksanaan pelatihan kompetensi MTBS ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kompetensi dari tenaga bidan dan perawat yang ada di kabupaten Bengkalis. Mereka tidak hanya diberi materi berupa teori tetapi juga melakukan praktek secvara langsung pada hari terakhir pelatihan, Senin (10/08/2015).

"Kedelapan belas tenaga perawat dan bidan ini nantinya setelah pelatihan kompetensi akan diberi sertifikat dalam pelayanan balita sakit. Sehingga di lapangan nantinya mereka dapat menularkan ilmu yang didapat sekaligus melayani pasien balita secara cermat," jelas Syamsul.

Kemudian sambung Syamsul, para bidan dan perawat selama pelatihan diinapkan di hotel Horizon, dimana mereka mengikuti pelatihan dari pagi sampai sore hari. Kegiatan pelatihan kompetensi MTBS tersebut juga disinergikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di kabupaten Bengkalis, terutama untuk balita yang rentan penyakit.

"Materi pelatihan menyangkut penyakit yangs ering dialami balita selain demam, yaitu diare, demam berdarah (DBD) dan penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA). Apalagi untuk ISPA balita sangat rentan, karena seringnya terjadi kebakaran lahan," papar Syamsul lagi.

Pelatihan itu sendiri dibuka oleh Kepala Bidang PPSDM Diskes Bengkalis Hj Syarifah Zamaniah SE. Sedangkan narasumber diantaranya adalah dr Sofyan dan dr Laila Handayani dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (Bku)