
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebagai desa pemekaran, Desa Kelebuk masih jauh tertinggal dari sejumah
desa definitif lainnya. Bukan hanya soal ketersediaan infrastruktur dasar tapi
juga soal kesiapan dan kecakapan aparatur desa itu sendiri.
Berazam ingin menjadi desa mandiri dan berupaya mengatasi berbagai kekurangan
tersebut, seluruh aparat desa mengikuti pelatihan menyangkut tugas pokok dan
fungsi seluruh aparatur.
"Atas kesepakatan aparat desa, maka kita gelar Pelatihan Aparatur
Pemerintah Desa dan Lembaga Kemasyarakatan. Kegiatan ini kita maksudkan agar
seluruh aparatur dan lembaga desa, mulai dari kepala dusun, RT/RW, FKPM dan
lainnya memahami apa yag menjadi tugas mereka dan pada akhirnya kita harap desa
Kelebuk ini menjadi desa Mandiri," ujar Ketua BPD Kelebuk Sujarno SH,
Selasa (11/8)
Acara yang diikuti puluhan peserta masing-masing Ketua RT/RW, dusun, LKMD,
FKPM, BPD Tokoh Masyarakat, TP PKK dan Permata, menghadirkan sejumlah
narasumber dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten
Bengkalis, Camat Bengkalis, serta Polsek Bengkalis.
"Tujuan kita gelar pelatihan ini, untuk memberikan pengetahuan dan
pemahaman kepada para aparatur desa, agar lebih tahu tentang tugas dan tanggungjawab
mereka. Selain itu tujuannya agar menjadi desa mandiri, berkualitas serta cakap
dalam menyusun Perdes dan lainnya," jelas Sujarno lagi.
Sebagai desa Pemekaran, desa Kelebuk memang baru "seumur jagung". Kendati
begitu, desa Kelebuk kata Sujarno sudah membuat semacam draft yang dituangkan
dalam Peraturan Desa (Perdes) nantinya. Draft tersebut disusun atas kesepakatan
seluruh lapisan masyarakat.
Masih menurut mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Bengkalis ini, pelatihan bagi
aparatur dan lembaga desa tersebut merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada tahun
2014, kegiatan serupa juga pernah digelar. (Bku)