Kades, ASN, Honorer Jadi Tim Sukses Cabup Pj Bupati: Silakan Mundur

Jumat, 21 Agustus 2015

Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie berbincang dengan Ketua DPRD H Heru Wahyudi dan Ketua PN Rustiyono pada malam resepsi kenegaraan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Balai Kerapatan Wisma Daerah, Senin malam (17/8/2015).

Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie berbincang dengan Ketua DPRD H Heru Wahyudi dan Ketua PN Rustiyono pada malam resepsi kenegaraan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Balai Kerapatan Wisma Daerah, Senin malam (17/8/2015).

BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sejak dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie senantiasa mengingatkan para Kepala Desa (Kades) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis untuk netral.

Baik sebagai keluarga, teman atau kedekatan lainnya, mereka tidak boleh memihak atau mendukung apalagi menjadi tim sukses salah satu pasangan calon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bengkalis yang akan diselenggarakan 9 Desember 2015 mendatang.

"Dengan alasan apapun, langsung atau tidak langsung, seorang Kepala Desa, ASN dan tenaga honorer tidak boleh mempengaruhi, apalagi mengajak masyarakat memilih salah satu pasangan calon. Bagi yang melanggar, akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Ahmad Syah, di berbagai tempat dan kesempatan.

Namun tidak demikian saat memberikan sambutan pada malam resepsi kenegaraan bersempena peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kerapatan Sri Mahkota, Senin (17/8/2015).

Sebaliknya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini malah 'membolehkan' Kades, ASN dan tenaga honorer di Pemkab Bengkalis memihak, mendukung bahkan menjadi tim sukses salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang bakal berkompetisi pada pesta demokrasi lima tahun itu.

"Silahkan. Kita beri kesempatan seluas-luasnya. Namun dengan catatan terlebih dahulu harus mengundurkan diri atau berhenti sebagai Kades, ASN atau tenaga honorer. Ketentuan dan konsekuensinya sebagaimana diatur undang-undang memang demikian kalau ingin berpolitik. Jika tidak sanggup dengan konsekuensi demikian, ya jangan berpolitik. Harus netral," papar Ahmad Syah, ketika memberikan sambutan pada acara malam resepsi tersebut.

Selain Ketua DPRD H Heru Wahyudi, Kapolres AKBD A Supriyadi, Kepala Kejaksaan Negeri Rahman Dwi Saputra, hadir juga dalam acara tersebut, diantaranya Ketua Pengadilan Negeri Rustiyono dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Zainal Arifin. Kemudian Sekretaris Daerah H Burhanuddin, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Embung Megasari Zam, Ketua Dharmawanita Persatuan Kabupaten Bengkalis Hj Gustina Yanti serta ratusan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Bengkalis.

Ayo Kerja
Pada kesempatan itu, Pj Bupati juga mengajak seluruh warganya bersama-sama bekerja dan bekerja bersama-sama menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis, yang juga akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 mendatang.

"Apapun suku kita, apapun warna kulit kita, apapun agama kita, dari manapun asal kita, dan siapapun pasangan calon yang nantinya akan kita dukung, harus sama-sama kita sukseskan," ajaknya. Kata Ahmad Syah, sukses tidaknya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tersebut, sangat menentukan kelanjutan pembangunan di daerah ini ke depan. Karenanya, sambung Ahmad Syah, jadikan pesta demokrasi tersebut sebagai sarana untuk semakin meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan. Bukan justru sebaliknya menyebabkan persaudaraan antar sesama warga yang sudah terjalin baik selama ini menjadi.

"Di tanah Melayu berbilang puak; Minang, Cina, Jawa pun banyak; Aceh, Bugis, Banjar dan Batak; karena Pilkada jangan terkoyak. Adat hidup sama sekampung, adat dijaga marwah dijunjung, laba dan rugi sama ditampung, pemenang Pilkada sama didukung," ujar Ahmad Syah berpetatah petitih, mengingatkan warganya. (Bku)