
Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengecek daftar hadir peserta sebelum membuka membuka pelatihan ketrampilan manajemen pengelola UED/K-SP Gelombang I, Rabu (2/9/2015) malam.
Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengecek daftar hadir peserta sebelum membuka membuka pelatihan ketrampilan manajemen pengelola UED/K-SP Gelombang I, Rabu (2/9/2015) malam.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebagai Penjabat
(Pj) Bupati yang baru bertugas sekitar sebulan di kabupaten berjuluk Negeri
Junjungan ini, H Ahmad Syah Harrofie menilai program Usaha Ekonomi
Desa/Kelurahan Simpan Pinjam (UED/K-SP) yang telah dilaksanakan sejak 4 tahun
lalu, sangat bagus.
"Berdasarkan data dan laporan
dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), keberadaan
program ini bermanfaat dan dapat mendukung tumbuhkembang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah
ini. Mampu mendorong percepatan peningkatan pendapatan masyarakat di
desa maupun kelurahan,"
jelasnya ketika membuka pelatihan ketrampilan
manajemen pengelola UED/K-SP se-Kabupaten Bengkalis Gelombang I tahun 2015 di
ruang rapat lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (2/9/2015) malam.
Karena itu, saran Ahmad Syah yang dilantik
sebagai Pj Bupati Bengkalis oleh Pelaksaa Tugas Gubernur Riau H Arsyadjuliandi
Rachman pada Rabu (5/8/2015), alangkah baiknya jika ke depan program ini
dijadikan kebijakan politik daerah yang diatur melalui Peraturan Daerah
(Perda).
"Apabila sudah menjadi kebijakan politik
daerah, maka siapapun kepala daerahnya, tentu program UED/K-SP ini ke depan
akan dan tetap dapat dilaksanakan secara berkesinambungan," harap Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini di hadapan 204
peserta.
Dibagian lain, kepada seluruh pengelola
UED/K-SP di daerah ini, Ahmad Syah minta untuk lebih giat lagi meningkatkan kemampuan
dan kapasitasnya, guna mendorong dan menggerakan perekonomian masyarakat,
terutama sektor UMKM. Lebih-lebih di tengah kondisi perekonomian nasional
seperti saat ini.
"Karena UMKM merupakan sektor ekonomi
yang selama ini dikenal tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi seperti ketika
krisis tahun 1998. Meskipun badai krisis menerpa negara kita, UMKM tetap mampu
berdiri kokoh di tengah sektor perekonomian lainya yang terus merosot," jelasnya.
Kepada para pengelola UED/K-SP, Ahmad
Syah menyampaikan agar senantiasa meningkatkan kemampuan dalam mengemban tugas
pokok dan fungsi masing-masing serta dapat menjadi orang yang selalu memberikan
solusi bagi masyarakat.
"Terutama bagi mereka yang menghadapi
kendala dalam pengembalian pinjaman, sehingga masyarakat tetap dapat melakukan
pengembalian pinjaman UED/K-SP," imbuhnya.
Kemudian, seluruh pengelola
UED/K-SP harus menjadi garda terdepan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.
Terutama masyarakat kurang mampu atau miskin, sehingga perlahan-lahan
kemiskinan di tempat bertugas masing-masing dapat dientaskan.
"Jangan melakukan hal-hal
yang menyimpang dari ketentuan. Apalagi tergiur dengan besarnya dana yang
dikelola, "pesannya sembari mengharapkan seluruh pengelola UED/K-SP lebih aktif
dan kreatif untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di desa/kelurahan
masing-masing.
Selain Sekretaris Daerah H Burhanuddin dan
Kepala BPMPD H Ismail, hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut, diantaranya
Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Pembangunan dan Teknologi Informasi H Zulfan
Herri, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Heri Indra Putra, Kepala BKD
Erinasrizal dan Kadis Sosial Darmawi. (Bku)