Sekretaris Daerah H Burhanuddin bersama pengurus PMI Kecamatan.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebanyak
56 pengurus Palang Merah Indonesia (PMI)
Kecamatan se-Kabupaten Bengkalis dilantik di Gedung Daerah Datuk
Laksamana Raja Dilaut, Senin (7/9/2015). Sebagai sebagai barisan terdekat dengan
masyarakat, memiliki peran penting dalam mengemban tugas kemanusiaan. Karena
itu, seluruh pengurus PMI kecamatan dituntut aktif melakukan komunikasi dengan
lembaga/instansi terkait serta masyarakat di seluruh pelosok desa.
"Langkah ini
penting untuk semakin memperkokoh eksistensi PMI di tengah-tengah masyarakat,
sehingga PMI kecamatan mampu mewujudkan gerakan kepalangmerahan berbasis
masyarakat, dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat," ujar
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie diwakili Sekretaris Daerah H
Burhanuddin ketika menghadiri pelantikan pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten
Bengkalis di Gedung Daerah Datuk Laksamana
Raja Dilaut, Senin (7/9/2015).
Dalam upaya
mewujudkan gerakan kepalangmerahan berbasis masyarakat, kepada seluruh pengurus
PMI Kecamatan yang baru dilantik, Ahmad Syah berpersan harus segera mengadakan
konsolidasi. Kemudian pahami tugas pokok dan fungsi sebagai pengurus serta
membuat program kerja yang sesuai dengan situasi dan kondisi kecamatan
masing-masing yang mengacu dan selaras dengan program kerja PMI kabupaten.
"Jangan
sampai setelah dilantik dan dikukuhkan, tidak ada tindak lanjut dan
langkah-langkah kongkrit agar PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang
profesional, tanggap dan dicintai oleh masyarakat dapat diwujudkan, selain
dibutuhkan kerja keras dan kerja sama, para pengurus juga harus membangun
kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan terkait," tegas Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini.
Ahmad Syah
juga berharap agar seluruh pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten untuk lebih
giat dan kreatif dalam melakukan sosialisasi. Terus membangkitkan kepedulian
dan kesadaran masyarakat agar secara sukarela menjadi pendonor darah. Sebab
selama ini, imbuhnya, ada sebagian dari masyarakat di daerah ini yang masih
takut bahkan kurang peduli untuk menjadi pendonor darah.
"Selaras
dengan program yang telah dicanangkan PMI Pusat, untuk meningkatkan kepedulian
dan kesadaran masyarakat sebagai pendonor darah, seluruh pengurus PMI kecamatan
dan kabupaten ke depan hendaknya dapat membentuk program desa donor darah,"
harapnya.
Menurut
Ahmad Syah, program desa donor darah sangat penting dan diperlukan. Khususnya
untuk membantu sesama dan ibu melahirkan yang beresiko tinggi karena mengalami
pendarahan. Sebab, katanya, salah satu penyebab meningkatnya kasus kematian ibu
dikarenakan tidak memperoleh penanganan yang memadai ketika kasus pendarahan
pada saat melahirkan.
"Apalagi
berdasarkan data yang kami peroleh, kebutuhan donor darah di kabupaten
bengkalis pada umumnya didominasi oleh pasien melahirkan dan penderita penyakit
demam berdarah. Fakta ini hendaknya menjadi sebuah alasan, bagi seluruh
pengurus PMI Kecamatan dan Kabupaten untuk segera mewujudkan program desa donor
darah," ujar Ahmad Syah.
Selain
menguatkan fungsi program desa donor darah, peran lain yang tak kalah penting,
yakni upaya memberdayakan generasi muda melalui kegiatan Palang Merah Remaja
(PMR) di setiap sekolah yang ada di seluruh kecamatan.
Karena,
papar Ahmad Syah, keberadaan PMR ini merupakan salah satu kekuatan PMI dalam
melaksanakan kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana. "Sekaligus untuk mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah serta
mengembangkan kapasitas organisasi PMI, khususnya di kalangan generasi muda,"
paparnya. (Bku)