
Sebuah kapal nelayan yang tetap melaut di kawasan perairan Selat Bengkalis , sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (12/9/2015).
Sebuah kapal nelayan yang tetap melaut di kawasan perairan Selat Bengkalis, sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (12/9/2015).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Meskipun Sabtu (12/9/2015) pagi sampai siang kemarin udara terlihat membaik,
namun menjelang petang hingga Minggu (13/9/2015) pagi ini, kabut asap pekat
kembali menyelimuti Kabupaten Bengkalis. Baik itu di darat, laut maupun udara.
Kondisi pagi ini sekitar pukul 07.00 WIB lalu, secara kasat mata, nyaris tak
ada bedanya Jumat (11/9/2015) lalu.
Padahal
sebagaimana dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun
Pekanbaru, pada Jumat lalu, dari 11 titik api yang terdata di Provinsi Riau,
tak satu pun terdeteksi di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Ke-11 hotspot itu 6 titik di Indragiri Hulu, 2
titik Pelalawan dan di Indragiri Hilir 3 titik panas.
Terkait itu,
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengatakan telah
menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk tetap mengizinkan
sekolah-sekolah meliburkan para siswa-siswinya sampai kualitas udara membaik.
"Jika memang
kualitas udara masih dalam kondisi membahayakan, pada Senin (14/9/2015) besok
dan hari-hari ke depan, biarkan seluruh sekolah di daerah ini libur. Pantau
terus dan koordinasikan dengan Badan Lingkungan Hidup serta seluruh Camat dan
serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disdik, supaya proses belajar
mengajar diaktifkan kembali bila kualitas udara sudah membaik," pesan Ahmad
Syah kepada Dinas Pendidikan.
Karena
kualitas udara di daerah ini tidak sehat, Ahmad Syah berpesan kepada warganya
yang anak-anaknya sekolahnya diliburkan, untuk mengawasi dan melarang
anak-anaknya bermain diluar rumah.
"Kemudian dan
meskipun tidak sekolah, ingatkan mereka agar tetap belajar di rumah dengan
baik. Minimal mengulangi pelajaran-pelajaran sebelumnya," imbuh Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini.
Memang,
akibat kabut asap yang kiat pekat, kualitas udara di daerah kian membahayakan
kesehatan. Karena itu, walaupun sebagian sekolah pada Jum'at pagi dua hari lalu
ada yang tetap melaksanakan proses belajar mengajar, namun di hari itu juga Disdik
memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah di daerah ini.
Sekolah yang
diliburkan, di semua tingkatan, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini
sampai sekolah menengah atas (SMP/SMA) sederajat. Meskipun untuk jenjang sekolah
menengah pertama dan atas/sederajat, sifatnya situasional. Maksunya tergantung
kondisi di lapangan.
Pelaksana
Tugas Kepala Disdik Heri Indra Putra menjelaskan sudah menginstruksikan seluruh
Kepala UPT Disdik untuk terus melaporkan kondisi terkini kondisi kabut asap di
wilayah masing-masing. "Dalam kesempatan pertama, seluruh Kepala UPT Disdik sudah kita
tugaskan untuk melaporkan keadaan kondisi kabut asap teranyar di wilayah
kerjanya, sehingga secepatnya kita bisa mengambil keputusan yang tepat.
Misalnya tetap meliburkan atau kembali mengaktifkan kegiatan belajar mengajar
di sekolah," terang Heri Indra Putra.(Bku)