
Kondisi perairan Selat Bengkalis diselimuti kabut asap tebal.
Kepala Syahbandar Bengkalis Muhammad Fikri ketika dikonfirmasi, Senin
(14/9/2015), mengatakan, saat ini status pelayaran dikategorikan waspada.
Seluruh kapal yang berlayar harus mengurangi kecepatan, baik kapal penumpang,
barang, feri penyeberangan ataupun kapal tangkap ikan dan sebagainya.
"Kondisi pelayaran saat ini kita nyatakan waspada dan siaga karena jarak
sudah di bawah 1/2 mil. Walau demikian, kapal masih bisa berlayar tetapi harus
menghidupkan lampu navigasi untuk keselamatan dan mengurangi kecepatan dari
biasanya," imbau Fikri.
Selain kapal penumpang, kapal tanker, kapal barang, ponton dan feri
penyeberangan, nelayan tradisional diminta untuk tidak menangkap ikan ke tengah
perairan karena bisa membahayakan. Apalagi kapal nelayan tidak memiliki lampu
navigasi dan di Selat Bengkalis aktivitas pelayaran sangat tinggi dilintasi
puluhan kapal setiap harinya. (Bku)