Sekretaris Daerah, H Burhanudin menghadiri Wisuda Politeknik Negeri Bengkalis, Senin (21/9/2015).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Setelah
menyandang gelar sarjana, alumni Politeknik
Negeri Bengkalis, jangan hanya berpikir untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil
(PNS). Namun hendaknya alumni punya mindset menjadi entrepreneurship
untuk menciptakan lapangan kerja yang bermanfaat bagi orang banyak.
Demikian diungkapkan Sekretaris
Daerah, Burhanudin, pada acara Wisuda Politeknik Negeri Bengkalis, Senin (21/9/2015).
Membaca sambutan Pj Bupati Bengkalis, para lulusan Polteknik Negeri Bengkalis dituntut
untuk berpikir bagaimana supaya
mampu ikut berkiprah membangun
negeri ini. Para alumni diminta untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang
diperoleh selama di perguruan tinggi ini, agar keberadaan alumni politeknik
mampu berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.
Lebih lanjut Burhanudin saat membacakan sambutan Pj Bupati Bengkalis, Ahmad
Syah Harrofie mengatakan, para lulusan Politeknik Negeri Bengkalis merupakan aset penting dan
sebagai salah satu pilar pembangunan didaerah ini, khususnya
di bidang pendidikan. Sebagai aset daerah, para alumni dituntut
untuk terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan meningkatkan kompetensi
diri, agar mampu memberikan kontribusi bagi setiap derap langkah pembangunan di
daerah ini.
"Sebab, dengan gelar kesarjananaan yang resmi mulai disandang hari ini, berarti kalian memiliki kesempatan besar untuk berkiprah dan berperan
aktif dalam membangun daerah ini, bukan hanya bidang pendidikan, tetapi
juga di bidang lainnya," tandas
Burhanudin.
Tuntutan agar terus belajar hari
ini merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap orang, karena ilmu pengetahuan setiap saat terus berkembang
cepat. Jika tidak
mengikutinya, maka
dikhawatirkan tidak akan pernah menang dalam persaingan global, selalu menjadi pecundang
bukan petarung sejati.
Bukan hanya menjadi penonton,
tetapi bisa jadi malah menjadi penumpang di negeri sendiri. Para lulusan sebuah
perguruan tinggi dimanapun, saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah
dalam mencari pekerjaan, tapi harus
memiliki
kompetensi dan keterampilan yang mempuni, sehingga dapat terserap pasar kerja
dengan cepat. Terlebih pada pada
tahun 2015 ini, kita menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Dengan pemberlakukan kebijakan pasar
bebas di kawasan negara asean ini akan menimbulkan persaingan yang sangat ketat. (Bku)