
Tragedi Mina yang menewaskan ratusan orang
BENGKALIS–Ada tidaknya jamaah haji (JH) Kabupaten Bengkalis yang menjadi korban saat melontar jumrah di Mina, mulai menjadi jelas. Meneruskan pesan singkat dari H Nasrun Harahap (salah seorang JH) dari Mina, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Jumari menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
“Musibah terjadi di lantai satu (dasar). Jemaah meninggal 310 orang akibat berdesakan saat melontar. Alhamdulillah jamaah Bengkalis melontar pada lantai tiga. Kami tadi pagi pukul 08.30 WAS sudah melontar,” jelas Jumari mengutip pesan singkat Nasrun, pada pukul 18.14 WIB tadi.
Masih mengutip pesan singkat Nasrun, Jumari menambahkan, musibah itu tdisebabkan terinjak sandar, sehingga terjadi jamaah jatuh beruntun. Mengutip sumber di Kantor Urusan Haji (KUH) Republik Indonesia di Arab Saudi, mayoritas korban tewas dalam insiden saat melontar jumrah di Mina tersebut berasal dari Mesir, Arab dan Afrika.
Terpisah, Penjabat Bupati H Ahmad Syah Harrofie meminta agar warganya, khususnya umat Islam di daerah ini berdoa semoga tidak ada Jemaah Haji (JC) Indonesia, khususnya JH asal Kabupaten Bengkalis yang menjadi korban dalam tragedi Mina akibat terinjak-injak saat puncak haji.
Selain ikut mengikuti perkembangan dan mencari informasi, Ahmad Syah mengatakan juga telah menugaskan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Eri Kusuma Pribadi, Kepala Bagian Humas Johansyah Syafri, Kasubbag Peliputan dan Dokumentasi Bagian Humas Adi Sutrisno, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Jumari untuk mengikuti perkembangan informasi insiden tersebut.
“Selain mengikuti perkembangan melalui berbagai media, mereka juga sudah kita minta untuk menghubungi langsung JH kita di tanah suci, baik itu JC yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter 02 maupun 07. Termasuk melalui keluarga mereka,” ujar Ahmad Syah.
Informasi terakhir sebagaimana dipublikasikan salah satu televisi nasional, saat ini korban tragedi Mina tersebut sudah mencapai 310 orang. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui apakah ada atau tidak JH Kabupaten Bengkalis yang menjadi korban.***