
Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie menerima penyerahan piala Perpustaan Khusus Terbaik I Provinsi Riau 2015 dari Kepala Balitbang Sopyan Hadi, Senin (28/9/2015).
Pj Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie menerima penyerahan piala Perpustaan Khusus Terbaik I Provinsi Riau 2015 dari Kepala Balitbang Sopyan Hadi, Senin (28/9/2015).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Prestasi kembali diraih Kabupaten Bengkalis di tingkat Provinsi Riau. Kali
ini dari ajang lomba Perpustakaan Khusus Tahun 2015 yang ditaja diadakan Badan
Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Riau.
Betapa tidak, meskipun baru kali pertama mengikutinya,
Perpustakaan Khusus Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten
Bengkalis dinobatkan sebagai Perpustakaan Khusus Terbaik I tingkat Provinsi
Riau 2015. Sedangkan untuk terbaik II dan III, masing-masing direbut
Perpustakaan Khusus Bank Indonesia Pekanbaru dan Bappeda Rokan Hilir.
Tak hanya itu, pada lomba yang ditaja Senin
(28/9/2015), Perpustakan Khusus Balitbang Bengkalis ini bukan saja berhasil menyingkirkan
12 Perpustakaan Khusus lainnya di Bumi Lancang Kuning ini yang ikut lomba. Tetapi
juga berhak mewakili Provinsi Riau di ajang serupa di tingkat nasional yang
akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Urai menerima menerima piala dari Kepala Balibang Sopyan
Hadi, Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie memberikan apresiasi
atas keberhasilan tersebut. Asisten I Pemprov Riau ini berharap, prestasi yang
diraih tersebut benar-benar dapat dijadikan motivasi agar ke depan semakin dan
bertambah baik lagi.
"Tingkatkan terus kuantitas dan kualitas pelayanan, sehingga
minat baca masyarakat, khususnya terhadap bahan bacaan yang dimiliki
Perpustakaan Khusus Balitbang ini, semakin meningkat. Kemudian, persiapan sejak
sekarang, agar amanah menjadi duta Provinsi Riau dalam lomba serupa di tingkat
nasional, juga dapat memberikan hasil yang terbaik," ujar Ahmad Syah.
Dibagian lain, kepada seluruh Kepala Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pimpinan Badan Publik di kabupaten berjuluk
Negeri Junjungan ini, Ahmad Syah mengimbau, untuk dapat mengikuti jejak
Balitbang Bengkalis ini. Supay memiliki Perpustakaan Khusus.
"Sebagai bagian dari program mencerdaskan
anak bangsa dan meningkatnya partisipasi masyarakat untuk menjadikan
perpustakaan sebagai pusat keilmuan dan sumber pengetahuan dapat berkembang
lagi, kita harapan masing-masing SKPD dan Badan Publik di daerah ini hendaknya
juga dapat memiliki Perpustakaan Khusus," harapnya.
Kepada Kepala Balitbang Bengkalis, mantan
Kepala BPAD Provinsi Riau ini juga berharap, agar fasilitas yang ada terus
dilengkapi. Begitu juga koleksi buku, sehingga benar-benar representatif
sebagai sumber ilmu pengetahuan dan penambah wawasan masyarakat.
Menurut informasi yang berhasil rangkum, salah satu kunci
keberhasilan Perpustakaan Khusus Balitbang Bengkalis ini, karena bahan bacaan
yang dikoleksi merupakan karya ilmiah yang sifatnya implementatif (terapan).
Merupakan hasil dari lomba karya ilmiah yang setiap tahunnya ditaja Balitbang
Bengkalis yang hasilnya dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, dalam pelayanannya, Perpustakaan Khusus Balitbang
Bengkalis ini, juga memberikan layanan secara online, yaitu melalui electronic library. Maksudnya, koleksi
bahan bacaan yang dimiliki juga tersedia dalam bentuk format digital dan bisa
diakses dengan komputer secara online.
"Alhamdulillah, hingga saat ini tidak kurang dari
18.000 pengunjung yang mengakses electronic
library Balitbang Bengkalis," terang Sopyan Hadi, seraya mengatakan
pengelola Perpustakaan Khusus Balitbang Bengkalis ada empat orang.
Ditambahkan Sopyan Hadi, keberhasilan Balitbang
Bengkalis ini juga tidak luput dari dukungan BPAD Bengkalis. Terutama dalam
melakukan pembinaan terhadap keempat personil pengelola Perpustakaan Khusus di Balitbang
Bengkalis tersebut.
Mengenai kriteria penilaian dalam menentukan Perpustaan
Khusus yang terbaik oleh BPAD Provinsi Riau, Sopyan Hadi mengatakan tidak
mengetahuinya secara persis. Namun imbuhnya, setidaknya ada dua tahapan yang
harus dilalui setiap peserta lomba. Yaitu peninjauan lapangan dan persentase atau pemaparan dihadapan juri lomba. (Bku)