Ilustrasi.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie mengimbau masyarakatnya untuk
terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, tahun
2015 ini bertepatan dengan siklus lima tahunan DBD.
"Kami
mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Ini sangat penting untuk
mencegah terjadinya peningkatan dan keparahan kasus DBD," ujar Ahmad Syah,
usai mengikuti pertemuan dengan anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) RI di
Swiss Bell Hotel, Pekanbaru, Rabu (30/9/2015).
Kepada Dinas
Kesehatan melalui Bidang Pengendali Masalah Kesehatan Lingkungan (BPMKL)
bersama pemangku kepentingan terkait lainnya untuk melakukan langkah-langkah
preventif terkait kemungkinan terjadinya peningkatan DBD.
"Melalui
Bidang PMKL Dinas Kesehatan, kita sudah minta melakukan antisipasi. Namun ini
tentu tidak cukup. Masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam menjaga
kebersihan lingkungan. Harus ikut memutus mata rantai perkembanganbiakan nyamuk
Aedes Aegypti yang menularkan penyakit tersebut. Harus melakukan Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus di kediaman masing-masing," imbaunya.
Tindakan 3M
yang dimaksudkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau
ini, adalah menguras tempat penampung air secara rutin, mengubur benda-benda
bekas yang bisa menampung air, serta menutup tempat penampungan air.
Sedangkan yang
dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan. Misalnya
menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan,
menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.
Kemudian,
memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk,
mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan
menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,
dan lain-lain.
Tindakan 3M
Plus ini, imbuhnya, adalah hal yang paling ampuh untuk menangkal perkembangan
DBD. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti memang menjadi vektor utama penyebaran
penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini. Nyamuk DBD berkembang biak dengan
sangat pesat, terutama pasca musim hujan.
"Meskipun
bentuknya kecil, kuburkan kalau di lingkungan kita ada benda yang tak berguna
yang dapat menampung air. Sebab meskipun genangan airnya kecil, namun sudah
cukup buat nyamuk DBD untuk berkembang biak," Ahmad Syah, mengingatkan
masyarakatnya.
Ahmad Syah
juga mengatakan sudah mengintruksikan Dinas Kesehatan serta seluruh Camat,
Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa di
daerah ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar senantiasa
menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan PSN.
"PSN perlu
ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya
curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular
DBD," pesan Ahmad Syah.
Sementara
itu Kepala Bidang PMKL Irawadi membenarkan jika 2015 ini merupakan siklus lima
tahunan DBD. Namun dia mengatakan sejauh ini belum diketahui penyebab pasti
mengapa dalam setiap lima tahun sekali kasus DBD meningkat drastis.
Namun, dari
sejumlah literatur, katanya, sikIus lima tahunan DBD disebabkan oleh sirkulasi
virus dengue yang terdiri dari empat stereotip. Jika ada satu stereotip virus
dengue yang dalam beberapa periode tidak muncul, maka ketika dia menginfeksi
manusia, diperkirakan jumlah korbannya akan banyak.
Pasalnya,
orang yang sudah pernah terkena virus dengue stereotip lain pun rawan untuk
terinfeksi kembali oleh virus dengan stereotip berbeda. Terlebih dengan kondisi
kabut asap saat ini dimana akibat dari suplai oksigen yang kurang menyebabkan
daya tubuh, terutama anak-anak menurun. Hal itu akan menyebabkan virus DBD
mudah menyerang.
"Hingga
bulan September ini saja telah terjadi 22 kasus DBD dan semuanya anak-anak.
Untuk mengantisipasinya, Diskes Kabupaten Bengkalis terus melakukan fogging di
area terdampak. Setiap hari kita fogging. Tiada hari tanpa fogging,'' katanya,
seraya menambahkan pola hidup bersih sangat penting untuk mencegah munculnya
DBD.
Selain itu,
imbuhnya, pihaknya juga gencar melakukan penyuluhan terkait DBD, khususnya di
desa-desa yang muncul kasus DBD serta desa-desa berdekatan.
"Sesegera
mungkin bawa anak-anak yang mengalami demam panas ke Puskesmas atau RSUD agar
tidak terlambat ditangani oleh petugas kesehatan kalau hasil diagnosa ternyata
demam DBD," pesan Irawadi. (Bku)