
Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie.
Ketua LPTQ Kabupaten Bengkalis, H Arianto.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie menegaskan kasus kepegawaian WH
(35), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bagian Hukum Sekretariat Daerah Bengkalis tetap
akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak akan
dipetieskan sebagaimana isu yang santer berkembangan saat ini.''Kita memang ada
mendengar kedua belah pihak sudah membuat perdamaian. Meskipun diantaranya
sudah damai, namun kasus yang berkaitan dengan statusnya sebagai PNS tetap akan
ditindaklanjuti. Kita telah instruksikan Inspektorat dan Badan Kepegawaian
Daerah (BKD) untuk segera memprosesnya,'' tegas Ahmad Syah, Rabu (30/9/2015).
Dengan
bahasa yang sama, penegasan serupa sebelumnya disampaikan Asisten Pemerintahan
dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Riau ketika memimpin rapat bersama eselon
III di ruang rapat lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Jumat (25/9/2015).
Sementara
ketika ditemui wartawan di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut usai
melepas Pawai Takbir Idul Adha 1436 H, Rabu (23/9/2015) malam, Ahmad Syah
mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada WH.
''Akan kita
proses segera dan beri sanksi tegas. Jika memang terbukti, tindakan yag
bersangkutan tidak dapat ditolerir, karena bukan hanya mencoreng korps PNS,
tetapi juga Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Sesuai ketentuan, akan kita beri
sanksi yang seberat-beratnya,'' ujar Ahmad Syah, kala itu dengan nada sangat
kecewa.
Sebagaimana
diberitakan sebelumnya, WH bersama NA digerebek suaminya sendiri, MA, di sebuah
rumah kos-kos di RT 02/RW 03 Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Selasa
(22/9/2015) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.
Terkait
dengan pemberitaan kasus tersebut, melalui Kepala Bagian Humas Johansyah
Syafri, Jum'at (25/9/2015), WH telah memberikan klarifikasi atas pemberitaan
yang dianggapnya sebagian tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Namun
menurut sejumlah sumber yang berhasil dihimpun, diperoleh informasi bahwa
klarifikasi yang disampaikan WH melalui Kepala Bagian Humas tersebut justru
yang tidak sesuai fakta di lapangan. Tidak sesuai dengan kejadian yang
sesungguhnya ketika terjadinya penggerebekan tersebut. Bahkan terkesan ada yang
ditutupi WH.
"Apa yang
saya sampaikan ke rekan-rekan wartawan tersebut sesuai pengakuan WH. Tidak ada
yang ditambah atau dikurangi sedikitpun. Kalau memang WH berbohong dan
menutup-nutupi fakta yang sebenarnya, maka sebagai bentuk tanggungjawab moral,
nanti saya akan beri kesempatan kepada MA untuk memberikan klarifikasi serupa
untuk disampaikan kepada wartawan," ujar Johan, kepada wartawan beberapa saat
lalu. (Bku)