Rombongan Bappeda Pelalawan foto bersama dengan Bappeda Bengkalis.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Bappeda Pelalawan menyempatkan diri untuk berkunjung ke Bengkalis guna
mengoptimalkan keberadaan Forum CSR (Corporate Social Responsibility) yang ada
di Kabupaten tersebut. Walau jumlah perusahaan di Pelalawan cukup banyak, namun
baru sedikit yang bermitra dengan Pemkab Pelalawan dalam mensinergikan program
CSR mereka dengan program-program Pemkab Pelalawan.
Kedatangan
rombongan Bappeda yang berjumlah 6 orang diterima langsung oleh Sekretaris
Bappeda Bengkalis, H Imam Hakim, bertempat di aula Bappeda Bengkalis, Rabu
malam (1/10/2015). Turut mendampingi Imam Hakim, Kabid Sarana dan Prasarana H Tajul
Mudarris dan Kasubbag Penyusunan Program dan Monitoring, Rinto. Sementara dari
Pelalawan dipimpin oleh Kabid Ekonomi Bappeda Pelalawan, Arizon Nur.
Dalam
pertemuan terbatas itu, Arizon mengungkapkan, pihaknya sengaja berkunjung ke
Bengkalis karena secara budaya antara Bengkalis dan Pelalawan tidak jauh beda.
Hal itu karena dulunya Pelalawan merupakan bagian dari Bengkalis sebelum
pemekaran. Bahkan masih banyak orang-orang Bengkalis yang saat ini berada di
Pelalawan. Dengan pertimbangan tersebut, dirinya berharap ada masukan-masukan
berarti dari Bengkalis dalam membangun kemitraan dengan perusahaan, terutama
menyangkut singkronisasi program-program CSR mereka dengan program Pemkab.
"Perusahaan
di Pelalawan cukup banyak tapi yang benar-benar mau bermitra dengan Pemerintah
Daerah masih sedikit. Sebagian besar terkesan masih tertutup," ujar Arizon.
Menanggapi
hal itu, Sekretaris Bappeda, Imam Hakim mengatakan kondisi tidak jauh beda
sebenarnya juga dialami Bengkalis. Sejak Forum CSR dibentuk pertama kali tahun
2011 sampai sekarang, baru 19 perusahaan padahal jumlah perusahaan yang
beroperasi di Kabupaten Bengkalis sangat banyak sekali. Begitupun tentang
program-program CSR yang dilaksanakan oleh perusahaan, menurut Imam tidak
semuanya disampaikan ke Pemkab Bengkalis. Menurut Imam, hal ini terjadi
barangkali karena adanya perbedaan persepsi antara perusahaan dengan Pemkab.
Ada kesan, setiap Pemkab ingin melibatkan perusahaan, berarti perusahaan harus
mengeluarkan sejumlah uang.
Untuk
menghilangkan imej yang seperti itu, menurut Imam tidak mudah. Pemkab harus 'nyinyir' dengan menjemput bola ke perusahaan-perusahaan dan memaparkan manfaat
dari Forum CSR. Persoalannya, Bappeda tidak bisa secara maksimal melakukan itu,
karena mereka juga dihadapkan dengan pekerjaan-pekerjaan rutin di
Bappeda. Imam mengatakan, guna mensiasati hal itu, pihaknya menyerahkan urusan
tersebut ke Kadin Bengkalis. "Jadi untuk komunikasi ke perusahaan-perusahaan,
lebih sering dilakukan oleh Kadin," kata Imam Hakim. (Bku)