Ekosistem mangrove yang rusak akibat alat berat.
BANTAN, Beritaklik.Com - Warga Desa Teluk Papal, Kecamatan Bantan menyayangkan pengerjaan
proyek pembangunan pengaman pantai yang dilaksanakan oleh rekanan merusak
ekosistem mangrove. Ada beberapa titik pohon mangrove yang telah ditanam,
justru rusak akibat mobilisasi alat berat.
Seperti disampaikan warga Papal, Ponimin (40), Senin (12/10/2015), ada
beberapa titik mangrove yang mengalami kerusakan, diduga disebabkan alat berat
yang menepi ke bibir pantai untuk mengambil material untuk pengerjaan proyek
pengaman pantai yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.
"Dari pengamatan kami di lapangan, bekas
mangrove yang tercabut akibat baket eskavator. Padahal mangrove tersebut sengaja
ditanam oleh Kelompok Masyarakat Konservasi Lingkungan Pesisir Desa Teluk Papal
binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkalis," ujar Poniman yang juga selaku ketua
kelompok.
Ia berharap, jangan sampai pekerjaan pembangunan pengaman pantai dari
abrasi justru merusak hutan mangrov yang juba berfungsi mencegah abrasi. "Silakan
bekerja karena tujuan kita sama-sama mencegah abrasi. Jangan pula pengaman
pantai dibangun, sementara ekosistem mangrove dirusak, itu tidak benar namanya,
Kita berharap perusakan ekosistem mangrove tidak akan terulang kembali,"
tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ponimen juga mempertanyakan progres pekerjaan pengaman
pantai di Desa Teluk Papal tersebut yang terkesan lamban padahal pengumuman
pemenangnya sekitar Juli lalu. Di samping itu, lokasi titik pengerjaannya juga sangat
jauh dari bibir pantai.
"Apakah titik pengerjaan proyek pengaman pantai di Desa Teluk Lapak ini
sudah tepat atau hanya untuk mempermudah pekerjaannya saja. Karena kita lihat penempatannya cukup jauh
dari bibir pantai," tanya Ponimen. (Bku)