Cegah Jatuh Korban Dampak Kabut Asap, Pemkab Bengkalis Buka Posko Kesehatan 24 Jam
BENGKALIS-Saat ini kabut
asap di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis, khususnya dalam beberapa hari
belakangan ini semakin pekat. Begitu pula Indeks Standar Pencemaran Udara
(ISPU)/Pollutant Standar Index, yaitu lebih besar 300 (> 300) psi yang
terjadi akibat asap kiriman dari Kebakaran Lahan dan Hutan di daerah lain.
Pekatnya
kabut asap tersebut, bukan saja mengganggu jarak pandang, tetapi juga
menyebabkan kualitas udara di daerah ini sekarang sangat tidak sehat sampai
dengan status berbahaya. Hal ini jelas berdampak negatif terhadap masalah
kesehatan masyarakat.
''Untuk
mencegah timbulnya penyakit dan korban jiwa sebagai dampak pekatnya kabut asap dimaksud, melalui
Dinas Kesehatan, seluruh Kepala UPT Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten
Bengkalis, sudah kami instruksikan untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan
yang harus segera dilakukan,'' jelas Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah
Harrofie, Sabtu (24/10/2015).
Adapun
tindakan yang dimaksud Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat
Pemprov Riau itu, yaitu, pertama, memberikan penyuluhan kepada masyarakat
tentang bahaya pekatnya kabut asap dimaksud.
Kedua,
membentuk Posko 24 jam dalam memberikan pelayanan kesehatan, pada semua
Puskesmas Rawat Inap. Ketiga, memberikan informasi keberadaan Posko dengan
membuat tanda Posko Asap di setiap Puskesmas, Pukesmas Pembantu,
Poskesdes/Polindes.
Keempat,
melakukan kerjasama dan kemitraan pada Unit Pelayanan Kesehatan Swasta untuk melaporkan penyakit akibat dampak kabut
asap setiap hari kepada Puskesmas.
Kelima,
melaporkan kasus-kasus penyakit akibat dampak kabut asap dimaksud setiap hari ke
Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis.
''Kemudian
yang juga tidak kalah penting, layani semua warga yang terkena dampak kabut
asap dengan sebaik-baik, sepenuh hati dan setulus hati, serta tidak sesuka hati,'' tegasnya.***