
Khuzaini (50) petani tambak udang di Desa Teluk Pambang.
BENGKALIS- Kabut asap yang melanda Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis juga berdampak pada petani budidaya udang vaname di Kecamatan Bantan. Gara-gara Bandara SSK II Pekanbaru lumpuh, mobilitas benur udang yang menggunakan jalur udara ikut terganggu sehingga membuat petani merugi tidak bisa melakukan aktivitas budidaya.
Seperti disampaikan Khuzaini (50), warga Teluk Pambang, Kecamatan Bantan kepada
wartawan, Minggu (25/10/205), benur udang yang seharusnya dimasukkan ke
kolam, awal Sepetember lalu, sampai saat ini belum bisa dilakukan karena
pasokan dari Lampung terganggu.
''Kabut asap pekat ikut membuat pendapatan kami drastis berkurang karena
pasokan benur terganggu sehingga kami tidak bisa melakukan aktivitas budidaya.
Untuk membuat tambak membutuhkan modal yang besar,'' ujarnya.
Khuzaini berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis memperhatikan nasib
para petani tambak budidaya udang vaname khususnya di Kecamatan Bantan. Salah
satunya dengan membuat pembibitan udang vaname di wilayah Kabupaten Bengkalis, supaya
mempermudah para petani tambak mendapat benur udang vaname. Tidak perlu lagi
mendatangkan jauh-jauh dari Lampung.
''Dengan adanya pembibitan benur udang vaname di wilayah Bengkalis, nantinya sangat
mempermudah petani tambak dalam mendapatkan bibit. Apalagi minat untuk membuka
tambak udang vaname di wilayah Kecamatan Bantan terus bertambah. Sejauh ini di
Kecamatan Bantan saja ada 35 tambak udang yang membutuhkan benur.
''Mudah-mudahan kabut asap ini cepat
hilang sehingga kami bisa melaksanakan budidaya udang vaname ini,'' tutup ayah
dua anak.***